Krusader, Total Commander untuk Linux
Bagi yang sering menggunakan Total Commander, pasti agak gimana gitu saat menggunakan Windows Explorer. Demikian juga saat aku menggunakan Linux yang aplikasi file managernya lebih mirip Windows Explorer. Sebenarnya gak ada masalah mengunakan file managernya Linux semuanya masih tetap bisa dikendalikan. Tetapi kok terasa kurang praktis ya.
Akhirnya coba cari aplikasi Total Commander ntuk Linux dan ketemu Krusader yang direkomendasikan oleh Total Commander sebagai file manager untuk Linux. Total Commander sendiri memang tidak membuat versi untuk Linux.
Instalasi Krusader
Proses instalasi Krusader cukup mudah cukup dengan mengetik perintah tertentu melalui terminal. Hal ini disebabkan Krusader telah menjadi bagian paket dari distribusi Linux. Bila menggunakan Linux Ubuntu atau Mepis cukup ketik pada terminal
# apt-get install krusader
Setelah itu proses instalasi akan berjalan. Selesai proses instalasi, untuk menjalankan krusader, masih pada terminal ketik
$ krusader
Atau bisa juga dengan menekan Alt + F2 lalu masukkan perintah tersebut. Untuk pertama kali krusader akan meminta penyetelan konfigurasi Krusader. Hal ini sama seperti Total Commander ketika pertama kali diinstall.
Di komputer yang aku pakai shorcut Krusader ada di Application > Accessories > Krusader.
Tampilannya
Secara umum tampilan dan fasilitasnya hampir menyerupai Total Commander. Selain membagi jendela menjadi dua tampilan, bisa juga membuka banyak tab. Uniknya saat memindah file selalu ditanyakan apakah akan copy, move, link, atau cancel. Lumayanlah tidak perlu klik shift lalu drag bila ingin memindah file seperti yang dilakukan dengan Total Commander.
Multi multi rename juga disediakan namun untuk dapat menggunakannya harus menginstall terlebih dulu program krename. Sedangkan fasilitas searchnya hampir sama dengan Total Commander, juga menyediakan search text dalam suatu file.
Salah satu fasilitas yang menurutku lumayan menarik ialah edit in root mode atau start Krusader in root mode. Kemungkinan dengan fasilitas ini kita bisa langsung mengedit file yang memang hanya boleh diedit oleh root/su. Sayangnya fasilitas ini belum berhasil kucoba soalnya password yang aku masukkan selalu ditolak. Padahal kalau menggunakan putty atau terminal bisa hehe.
OK Selamat mencoba aja!
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
Recent Comments
- Saya Ingin Lari dari Kenyataan | /Hardono ada di sini on Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- oong on Registrasi Paket CDMA XL
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG) | /Hardono ada di sini on Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- | /Hardono ada di sini on Hari Ketujuh: Ibu Kembali Tidak Dapat Tidur
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik | /Hardono ada di sini on Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Mengapa Ibu Depresi | /Hardono ada di sini on Ibuku Sakit Diabetes
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak






