Pertama kali pengen beli HP aku langsung ngarah ke C35i. Alasannya sederhana aja, karena temanku juga punya C35i. Namanya Pongky. Berhubung waktu itu aku masih ‘blind’ soal HP jadi ikut-ikut mas Pongky aja. Belinya pun dianter mas Pongky, bahkan urusan tawar menawar plus ngajari makai hp aku serahin ke dia. Maklum masih ‘blind’ soal hp.

Siemens C35i boleh jadi merupakan salah satu produk sukses dari Siemens Divisi Mobile. Pada jamannya produk ini banyak yang nyari. Salah satu keberanian Siemens dengan produk ini adalah designnya yang mungil. Tentu saja untuk hp ukuran waktu itu. Bandingkan dengan produk Nokia yang bongsor dan Ericsson yang warakadah. Siemens C35 mempunyai bentuk yang mungil dan langsing.

Fasilitasnyapun pada masa itu sudah dianggap cukup OK. Selain fasilitas standart berupa sms dan telepon terdapat juga fasilitas alarm sebagai pengingat ulang tahun atau meeting, calculator, stop watch dan juga chronometer.

Phonebooknya sih cuma 50, tapi kita bisa menambahkan gambar tertentu pada nomor telepon seseorang. Kalau sekarang sih mirip foto di buku telepon.

Gamenya ada empat yaitu Wayout, Reversi, Quattropoli, dan Minesweper. Asyik juga gamenya walau sederhana tapi harus mikir. Akhir-akhir ini aku baru sadar bahwa Siemens memang ingin mendidik penggunanya agar cerdas. Buktinya game yang ada di setiap ponsel Siemens bukanlah game sembarangan yang hanya tinggal pencet tapi juga mikir.

Dan yang menarik Siemens C35i ini udah mendukung internet, walau hanya CSD. Tapi inget man, pada waktu itu belum ada GPRS baru ada CSD. Jadi lumayanlah untuk internetan.

Aku beli HP tersebut pada pertengahan tahun 2002 seharga Rp. 530.000,- Aku belinya BM bukan garansi DGE. Soalnya di kardusnya tidak ada stiker DGE tapi malah logo salah satu provider di Jerman. Mungkin HP itu dulunya dijual satu paket dengan provider yang bersangkutan.

Selama kupakai beberapa kali HP ini sempat jatuh, ganti casing, masuk bengel tapi tetap aja bisa dipakai. Hingga akhirnya akhir tahun 2006 kemaren HP ini tewas dengan cara mengenaskan. Saat aku mo ganti casingnya tiba-tiba HP ini bergetar dengan sendirinya. Setelah itu HP ini gak bisa dihidupin sama sekali. Aku bawa ke counter resparasi HP katanya harus ganti ICnya. Padahal harga IC sama harga HP ini hampir sama. :(

Dengan berat hati akhirnya HP ini aku museumkan saja.

Terima kasih Siemens C35, karena engkau telah menghiasi perjalanan hidupku…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>