Di Alkitab memang tidak ada perintah yang langsung mengatakan bahwa kamu harus pergi beribadah ke gereja pada hari minggu. Acuan yang dipakai biasanya berlandaskan perintah keempat yaitu Ingatlah dan kuduskan hari Sabat (Keluaran 20:15) Walaupun Sabat dalam kalender Masehi ialah hari sabtu namun hampir sebagian besar orang Kristen menganggap hari kudus itu telah berganti menjadi hari minggu sejak kebangkitan Kristus yang jatuh di hari minggu. Dengan demikian sekarang kita tidak lagi mengkuduskan hari sabtu melainkan hari minggu.
Namun, pernyataan seperti itu tetap saja diabaikan. Banyak alasan kenapa orang memandang beribadah di gereja bukanlah hal penting yang harus diprioritaskan. Beberapa di antaranya yaitu:
- Yesus sendiri tidak pernah meminta murid-murid-Nya untuk mengkuduskan hari kebangkitannya dengan beribah.
- Sabat tetaplah sabtu dan bukan minggu.
- Lebih baik mempraktekkan ajaran Kristus di antara warga non Kristen daripada duduk-duduk dengan sesama orang Kristen.
- Saya ketua RT dan biasanya hari minggu banyak kegiatan RT jadi tidak ada waktu ke gereja
- Pendeta di gereja orangnya munafik untuk apa didengarkan kotbahnya
- dan berbagai alasan lainnya…
Beribadah di gereja pada hari minggu seharusnya bukan hanya di dasarkan pada ada atau tidaknya perintah Tuhan secara langsung melainkan lebih ke alasan membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama. Lebih konkretnya hal ini merupakan bentuk ibadah kepada Tuhan secara bersama-sama.
Selama 6 hari kita bekerja dan tentu saja melakukan ibadah pribadi atau bersama keluarga. Oleh karena itu selama satu hari sebaiknya kita meluangkan waktu untuk ibadah bersama-sama dengan sesama kita memuliakan Tuhan.
Yang harus dilakukan tentu saja bukan terbatas pada pujian, persembahan, dan mendengarkan firman Tuhan tetapi juga harus menjalin interaksi dengan sesama. Bersalaman dengan tersenyum, meminjamkan buku pujian bagi yang tidak membawa, atau bergeser tempat duduknya agar orang lain dapat duduk merupakan contoh sederhana menjalin interaksi dengan sesama.
Mana yang Didahulukan
Masalahnya sekarang bagaimana bila ada kegiatan lain yang terjadi di hari Minggu atau bahkan bertepatan dengan jam pelaksanaan ibadah?
Sebelum memutuskan tentu saja harus dilihat dulu mana yang sifatnya lebih penting. Lebih penting mana menjaga orang tua yang sedang terbaring di rumah sakit atau meninggalkannya sendirian tanpa ada yang menjaga sementara kita tetap ke gereja? Padahal ibadah di gereja waktunya bervariasi. Lebih penting mana kerja bakti RT atau ibadah ke gereja sebentar dan setelah itu ikut kerja bakti?
Ikut kebaktian di gereja pada hari minggu memang penting sebagai bentuk interaksi dengan sesama untuk memuliakan nama Tuhan. Namun, jika ada yang lain yang harus dikerjakan sebaiknya kita pikirkan mana yang harus diprioritaskan. Jangan sampai ibadah ke gereja hanya kita jadikan sebagai alasan untuk tidak peduli terhadap sesama.
Ini adalah catatan harian dari Hardono, seorang ayah yang berprofesi sebagai pengrajin website
yang telah berpengalaman lebih dari 4 tahun.
Bila Anda tertarik untuk memiliki sebuah website silakan

saya yakin anda tidak pernah membaca al-qur’an, kitab suci ummat islam, dan pasti tidak berani karena selama ini gereja mendoktrin anda untuk tidak membacanya. padahal iman yang sebenarnya adalah, iman yang diperoleh dengan jalan merdeka, untuk menemukan kebenaran. betapa banyak orang telah merasa sampai kepada kebenaran sesungguhnya, padahal ia hanya beriman karena dipahsa, dicekoki, didoktrin. ketahuilah, kebenaran itu dapat diraih dengan keberanian untuk membandingkan sesuatu yang kita yakini dengan apa yang diyakini orang lain.
waduh mbak/mas nih, gak usah segitunya sewot kaleee. kalo emang iman kita beda ya jangan dipaksa (kata orang tua toh kalo dipaksa pasti sakit bener gak???)
Saya beriman bukan karena dipaksa kok. Saya beriman karena saya yakin itu benar hehe.
hmmm…. oke lanjutkan bro..
salam kenal…
mampir baca – baca
Aku setuju dengan bapak Hardono,yah aku juga sering mengajak temanku untuk kegereja pada hari minggu dan jawabannya, untuk apa kegereja terus, yah penting masih ada iman,emangnya ada perbedaan kalau kita sembayang digereja dan di rumah, katanya.
Alkitab mengatakan “bawalah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup”. Itu berarti kita harus mewujudkannya dengan cara ke gereja.
Jadi ingat ketika masih SMP, pelajaran agama, disebutkan bahwa GEREJA bukan saja dalam arti gedung ataupun secara fisik. Dua orang atau lebih yang berkumpul, menyembah dan berbakhti (beribadah) itu adalah berGereja….
Jawaban dari pertanyaan Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu? itu sangat bergantung pada iman seseorang terhadap Tuhan.
@syahadah…
Apakah bener anda sudah membaca Injil >???
Apa yang anda temukan didalamnya ?
Anda akan menemukan banyak sekali pertentangan. Ya kan ?
Pasti iya, karena anda menutup mata hati untuk menemukan kebenaran dalam Injil….
Pertanyaan sederhana…
Apakah isa dalam alquran = Yesus dalam Injil ??????
Saya setuju dengan pendapat anda tentang ketergantungan terhadap iman. Itu tergantung seberapa besar iman seseorang.
Tolong renungkan kembali
Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang dilakukan itu akan diminta pertanggung jawaban dihadap Allah. Oleh sebab itu wajarlah jika kita tinjau kembali, apakah yang kita lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah manusia biasa atau pendapat para pemimpin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.
Sungguh ironis sekali, ternyata perintah Allah untuk menjaga, memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, ternyata dilanggar dan juga tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di dunia, kecuali sebagian kecil sekte Advent.
Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat. Coba kita simak ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari Sabat.
“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.” (Ke131:12-14)
Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau mengkuduskan hari Minggu.
Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ‘ besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaanÂNya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.
Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota..
Naik delman istimewa ku duduk di muka pak kusir yg sedang bekerja…..(sukurin lu sir!!)
Leave a Reply