Jangan Ikutkan Anak Kecil Donk!
Miris juga melihat berbagai demo menentang agresi Israel terhadap Palestina yang terjadi akhir-akhir ini. Bagaimana tidak miris karena beberapa demo justru menampilkan anak-anak di garis depan sambil membawa poster yang isinya menghujat Israel, Amerika, dan sekutunya. Seolah-olah hendak menggambarkan kalau anak-anak pun juga menentang agresi Israel.
Padahal anak-anak itu belum tahu apa-apa soal politik. Mereka cuma tahu kalau Israel itu kejam karena menyerang warga Palestina tetapi mereka belum tahu kalau pihak Hamas pun juga sering menyerang Israel. Mereka cuma tahu kalau bangsa Amerika Serikat itu biadab dan menyamaratakan semua warga negara Amerika Serikat patut dibenci.
Anak-anak yang seharusnya masih menikmati masa-masa bermain mereka sudah dipaksa memahami soal politik. Dikatakan dipaksa karena sebenarnya situasi dan kondisi mereka masih memungkinkan mereka untuk bermain dan menikmati masa kecil mereka tanpa harus dijejali dengan persoalan politik orang lain.
Selain itu tidak baik kalau sejak kecil anak-anak sudah diajari untuk membenci orang lain. Sejak kecil mereka sudah ditanami pikiran kalau Israel, Amerika, dan sekutunya adalah bangsa biadab yang suka menyerang pihak Muslim. Hal ini tentunya akan menumbuhkan sikap kebencian dan antipati terhadap semua orang yang berwarganegara Israel, Amerika, dan sekutunya. Padahal tidak semua orang dari negera-negara tersebut bersikap anti terhadap kaum Muslim. Bahkan beberapa di antara mereka justru pemeluk agama Islam.
Politik adalah urusan orang dewasa dan tidak ada kaitannya dengan anak kecil. Biarlah anak-anak menikmati masa bermain mereka.
By the way, pihak Komnas Anak kok cuma diam ya melihat hal-hal kayak gini.
2 Responses to Jangan Ikutkan Anak Kecil Donk!
Leave a Reply Cancel reply
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- 5 Efek Samping Mengerikan dari Antibiotik Kimiawi
- Hari Kelimabelas: Hari Terakhir di Puri Waluyo
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes
Recent Comments
- baju anak on Mencoba Internet Menggunakan AHA
- Saya Ingin Lari dari Kenyataan | /Hardono ada di sini on Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- oong on Registrasi Paket CDMA XL
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG) | /Hardono ada di sini on Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- | /Hardono ada di sini on Hari Ketujuh: Ibu Kembali Tidak Dapat Tidur
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik | /Hardono ada di sini on Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Mengapa Ibu Depresi | /Hardono ada di sini on Ibuku Sakit Diabetes
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak






begitulah kalo persoalan politik dikaitkan dengan agama..
sehingga rasa solidaritas menuntut harus turun ke jalan,,
ckckckckck