Iklan Kecap Sedap yang Tidak Mendidik
Istriku sempat protes saat melihat iklan kecap merk Sedap, menurutnya iklan tersebut tidak mendidik. Di iklan tersebut digambarkan seorang anak yang makan dengan lauk kerupuk yang diolesi dengan kecap sedap. Terlihat ia begitu lahap sekali makannya. Setelah kecapnya habis ia berteriak-teriak seperti anak yang tidak dituruti permintaannya. Begitu ibunya memberikan kecap Sedap ia pun gembira lagi sambil melanjutkan makan yang terlihat urakan.
Di akhir iklan terdapat kata-kata (sori tepatnya lupa) yang intinya mengatakan kalauu anak hanya mau makan kalau ada kecap sedap.
Tentu saja istriku mencak-mencak karena iklan tersebut mengajarkan sesuatu yang salah. Anak hanya mau makan kalau ada kecap Sedap. Kalau kata-kata ini telah tertanam di pikiran anak bisa jadi anak tersebut benar-benar tidak mau makan kalau tidak ada kecap Sedap. Bagaimana kalau orang tuanya tidak mampu membeli kecap Sedap?
Memang itu hanya bahasa iklan untuk mencari konsumen. Namun, sebuah bahasa iklan yang salah juga dapat membentuk budaya yang salah. Beberapa bahasa iklan telah menjadi tren di masyarakat, sering diucapkan dan tanpa sadar juga dilakukan.
Hal lainnya yang tidak mendidik ialah cara makan anak yang terlihat urakan. Hal ini juga bisa membentuk suatu budaya yang salah apalagi bila sering dilihat oleh anak. Seorang anak biasanya senang menirukan apa yang mereka lihat.
Semoga saja pihak kecap Sedap mau memperbaiki iklan tersebut.
9 Responses to Iklan Kecap Sedap yang Tidak Mendidik
Leave a Reply Cancel reply
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
Recent Comments
- Saya Ingin Lari dari Kenyataan | /Hardono ada di sini on Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- oong on Registrasi Paket CDMA XL
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG) | /Hardono ada di sini on Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- | /Hardono ada di sini on Hari Ketujuh: Ibu Kembali Tidak Dapat Tidur
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik | /Hardono ada di sini on Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Mengapa Ibu Depresi | /Hardono ada di sini on Ibuku Sakit Diabetes
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak






Memang betul. Tampaknya iklan ini tidak melewati proses berpikir yang matang.
Caranya supaya mereka segera mengubah iklan mereka?
Jangan beli kecapnya!
wah sebenarnya byk sekali acara tipi yg juga gak kalah tidak mendidiknya sie seperti acara2 sinteron itu, mungkin yg terbaik membentengi keluaraga terutama anak2 kita dari pengaruh nggak baik dr tipi itu….:D
ajib…
bener tuh, dasar iklan,,pengennya memonopoly
alnect computer
betul2 kata ipin, bukan hanya iklan yang ga mendidik, hampir semua acara TV ! kalau buah hati nonton sebaiknya didampingi !
bagus……., kritis banget rupanya.
memang masyarakt ini suka dijadikan mangsa yang empuk oleh kapitalis. sayangnya masyarakat juga seolah-olah tidak sadar or tidak mau sadar soal hal itu.
btw lanjutkan……(bukan ikutan sby) tapi kritisnya.
setuju mas..
Benar banget.. apalagi pada awalnya iklan kecap tersebut menyatakan kl dengan makan kecap tok pake telor ceplok udah bergizi… n coba liat juga sekarang iklan mie Sedaap yg ada anak kecil berbohongnya…!!
Memang salah sih yang dilakukan tetapi bila saya sebagai orang tua, disinilah peranan kita. Jangan cepat protes karena ada nilai pendidikan yang bisa kita tarik dari hal ini, bahwa kita bisa memberi tahu kepada anak bahwa itu merupakan cara yg salah dan tdk baik dilakukan. Jd tdk semua jg hal yg baik terus yg diberi tahu karena dunia ini berpasang-pasangan, ada yg benar tentu ada yg salah juga, bila tdk pernah liat yg salah bagaimana anak bisa menilai apa yg dilakukan benar ato salah…. Ambil aja hikmahnya…