Tari Pendet Milik Indonesia
Lagi-lagi Malaysia berulah! Setelah mengklaim reog, wayang, batik, angklung sebagai budaya asal Malaysia kini Malaysia giliran mengklaim tari Pendet sebagai budaya Malaysia. What?! Yang bener aja…

Gambar diambil dari SwaBerita
Apapun alasan yang mereka ajukan hal itu tetaplah tidak benar. Semua orang Indonesia tahu kalau tari Pendet adalah tari yang berasal dari Bali. Bukan dari Malaysia!
Entah sampai kapan kejadian pengklaiman secara sepihak ini akan terus berulang. Rakyat Indonesia sudah muak dengan tingkah Malaysia (Malingsia). Bukan hanya kasus pencurian budaya saja yang membuat negara ini gerah, kasus perlakukan yang semena-mena terhadap Tenaga Kerja Indonesia dan pelecehan tapal batas negara juga membuat rakyat semakin benci terhadap Malaysia
Sayangnya pemerintah tidak memiliki cukup keberanian untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah terlalu takut untuk (setidaknya) mengajukan nota keberatan atau pertanyaan resmi mengenai masalah ini.
Padahal kalau pemerintah mau, negara tetangga itu bisa jadi berpikir seribu kali untuk mengulanginya lagi.
Bulan Agustus bangsa ini merayakan kemerdekaannya yang ke-64 tahun. Tapi kemerdekaan ini serasa hampar jika kita hanya bisa diam melihat negara lain secara diam-diam merampas kekayaan kita.
Mari kita bersatu melawan penjajahan dan penindasan terhadap negara ini termasuk yang dilakukan oleh Malaysia.
Kalau pemerintah belum berani maka kitalah yang harus memulai. Caranya
- Tolak produk Malaysia
- Tolak mahasiswa atau siswa Malaysia sekolah di Indonesia
- Cintailah produk dan budaya dalam negeri
- Promosikan budaya negeri ke penjuru dunia
IndonesiaUnite – Kami tidak takut
6 Responses to Tari Pendet Milik Indonesia
Leave a Reply Cancel reply
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- 5 Efek Samping Mengerikan dari Antibiotik Kimiawi
- Hari Kelimabelas: Hari Terakhir di Puri Waluyo
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes
Recent Comments
- Saya Ingin Lari dari Kenyataan | /Hardono ada di sini on Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- oong on Registrasi Paket CDMA XL
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG) | /Hardono ada di sini on Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- | /Hardono ada di sini on Hari Ketujuh: Ibu Kembali Tidak Dapat Tidur
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik | /Hardono ada di sini on Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Mengapa Ibu Depresi | /Hardono ada di sini on Ibuku Sakit Diabetes
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak






malingsia bener-bener bangsa plagiat abis, bangsa ga tau malu, bangsa tukang cari masalah dan bangsa ga beradab, adab mana yang mengajarkan untuk jadi maling klo bukan malingsia
tapi bangsa indonesia kenapa mau dimalingin ama malingsia, harusnya ketemu sekali di pentung biar ga maling lagi
heran…satu kata ini yang cocok menggambarkan buat tetangga kita itu ya
maunya apa malaysia itu sebenarnya ya ?
memang sudah seharusnya kita akhiri kontroversi klaim tari pendet karena pihak yang paling bertanggung jawab telah meminta maaf secara resmi kpd pemerintah indonesia….
dan tanpa mengurangi rasa nasionalisme, kasus ini menjadi sebuah pengalaman berharga bagi bangsa indonesia sekaligus sebagai proses pembelajaran agar kita lebih dewasa dan bersikap logis bukan hanya mengedepankan emosi belaka…
toh bangsa indonesia mendapatkan manfaat dari kasus ini…
Discovery Channel Menebus Kesalahan terhadap bangsa Indonesia : Program 30 Menit Tari Pendet
menurut saya, tidak mungkin discovery tidak sengaja melakukan itu, database discovery kan pasti komplit, masak tari pendet di sisipkan ke iklan malaysia. bukanya gw manas2in tapi discovery pasti berbuat seperti itu karena ada order.
ganyang !!!!