Juron Sukoharjo
Juron ialah sebuah desa diperbatasan kecamatan Nguter dan kecamatan Bendosari Sukoharjo. Sekilas memandang bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Sukoharjo, daerah ini termasuk daerah kering. Banyak lahan-lahan kosong yang tanahnya pecah menunjukkan kalau tanah ini sangat kekurangan air. Uniknya ditengah-tengah kekeringan ini berdiri rumah-rumah bagus yang ditinggal pemiliknya.
Sekilas melewati daerah Juron terasa seperti melihat bangunan megah di tengah padang pasir. Rumah-rumah banyak yang berdiri dengan megah dan memiliki halaman cukup luas, bahkan ada juga yang berupa ladang. Sayangnya lahan-lahan tersebut semuanya kering. Banyak pohon jati yang ditanam dan sudah meranggas karena kekeringan.
Tetanggaku bilang kalau rumah-rumah itu justru tidak didiami oleh pemiliknya melainkan orang tua atau saudaranya. Pemiliknya merantau ke Makasar atau Ujung Pandang.
Ya, penduduk daerah Juron, seperti halnya beberapa wilayah di Wonogiri dan Sukoharjo memang lebih senang merantau untuk mencari uang. Di perantauan mereka memang bukan siapa-siapa. Pekerjaannya termasuk kelas bawah, misalnya penjual bakmi, penjual bakso, atau penjual jamu.
Tapi jangan tanya soal kekayaan. Entah bagaimana caranya mereka bisa mengumpulkan uang dalam jumlah cukup besar sehingga bisa membangun rumah yang cukup megah.
Alhasil orang-orang perantau (boro) biasanya diharapkan mampu menjadi orang yang sukses dan mampu menjunjung derajat keluarga.
Namun, tidak semua orang boro sukses. Ada beberapa yang sudah sekian lama merantau kehidupannya tetap biasa saja. Yang sukses secara finansial pun belum tentu sukses secara keluarga.
Ada beberapa keluarga yang orang tuanya merantau, anak-anaknya justru menjadi tidak benar. Bisa jadi mereka kurang kasih sayang orangtua sebab ditinggal orangtuanya terus dan tidak ada kontrol yang ketat untuk keseharian mereka.
Tetapi tidak semua kok banyak juga yang orangtua boro, keluarganya tetap baik-baik saja.
Tertarik untuk Merantau?
7 Responses to Juron Sukoharjo
Leave a Reply Cancel reply
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
Recent Comments
- Saya Ingin Lari dari Kenyataan | /Hardono ada di sini on Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- oong on Registrasi Paket CDMA XL
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG) | /Hardono ada di sini on Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- | /Hardono ada di sini on Hari Ketujuh: Ibu Kembali Tidak Dapat Tidur
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik | /Hardono ada di sini on Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Mengapa Ibu Depresi | /Hardono ada di sini on Ibuku Sakit Diabetes
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak






bener tuch, tetangga gw ajha tukang baso, ternyata dkampunya org kaya man. wueleh.. aku ora ngarti knpa bisa begitu ya?
ya kalau punya usaha memang tidak bisa diprediksi penghasilannya…
numpang baca2 mas,
Salam kenal dari solopunya ya
Lho, mas Hardono wong Juron to mas?
Kenalke wae iki wong Krebet Kedungwinong mas, silakan berkunjung ke blogku takasih duren
aku juga wong Juron to masa
salam kenal wong jurangsari.