Salah satu mandat yang diberikan oleh FIFA kepada Komite Normalisasi PSSI ialah menyelesaikan masalah Liga Primer Indonesia (LPI). Opsi yang ditawarkan cuma dua yaitu masuk ke dalam PSSI atau kalau tidak mau, terpaksa harus dihentikan. Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah mengingat LPI walaupun masih baru tapi mampu membuktikan dirinya sebagai liga profesional yang tidak meminta dana dari pemerintah. Sesuatu yang belum dapat dilakukan oleh sebagian besar klub Indonesia Super League (ISL)

Masalah menjadi tambah rumit karena pihak LPI sendiri pernah menyatakan ingin menjadi kasta tertinggi dalam liga sepakbola di Indonesia. Sikap ini dipertegas dengan penolakan LPI saat ditawari sebagai kompetisi divisi 3 oleh PSSI sewaktu Nurdin Halid masih berkuasa. Kenyataannya kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia yang diakui oleh PSSI saat ini ialah ISL.

Secara garis besar kondisi LPI dan ISL sekarang adalah sebagai berikut

Liga Primer Indonesia

  • kompetisi nasional di luar PSSI
  • profesional dan tidak mengandalkan dana dari pemerintah
  • hanya sedikit klub yang telah mengakar di hati masyarakat, sebagian besar merupakan klub baru dengan pemain yang tidak dikenal oleh masyarakat

Indonesia Super League

  • kompetisi nasional tertinggi di PSSI
  • semi profesional, sebagian besar klub masih mengandalkan dana dari pemerinah
  • klub telah mengakar rumput di hati masyarakat.
ISL LPI

Untuk jangka waktu ke depan (minimal setelah kompetisi selesai) penggabungan kedua kompetisi tentu bukanlah hal yang tidak dapat dilakukan walaupun boleh dibilang akan menemui banyak kendala. Tapi dengan pembicaraan yang disertai dengan itikad yang baik dari masing-masing pihak hal itu bukan tidak mungkin dilakukan. Bukannya tujuan ISL dan LPI sebenarnya sama yaitu untuk memajukan sepakbola Indonesia.

Kalau penggabungan itu di rasa sulit bisa saja ISL dan LPI masuk dalam satu kompetisi profesional hanya saja ISL berada di level 1 sedangkan LPI di level 2. Alasannya sederhana saja, karena ISL sendiri merupakan anak kandung sah dari PSSI. Catatannya ISL harus benar-benar berbenah menjadi kompetisi profesional dan bersih dari perjudian. Sementara Divisi Utama dan divisi selanjutnya tetap dijalankan sebagai kompetisi semi profesional atau amatir.

Syarat klub agar dapat masuk dalam liga profesional tentulah tidak sembarangan. Selain tidak boleh menerima anggaran dari pemerintah, mereka juga harus memiliki stadion dengan minimal kapasitas tertentu, memiliki jenjang pembinaan yang jelas, dan berbagai syarat lain yang menunjukkan bahwa keberadaan klub tersebut profesional dan dapat berperan dalam perkembangan sepakbola Indonesia

Bagaimana Sekarang?

Dan untuk saat ini LPI sebaiknya harus mau sedikit mengalah dengan posisi yang diberikan oleh PSSI. Yang penting mereka masuk PSSI terlebih dahulu agar tidak dianggap sebagai liga liar yang mengakibatkan pembubaran paksa oleh FIFA. Tetapi tentu saja posisi yang sekarang akan berubah seiring kompetisi ini selesai bergulir.

Majur terus sepakbola Indonesia!

 

11 Responses to Pemikiran Sederhana mengenai Masa Depan LPI dan ISL

  1. enda says:

    semoga baik-baik saja… :)

  2. arsavin666 says:

    kaya LPI akan lebih berjaya d banding LSI soal’a sifat mandiri anggaran & wasit juga lebih licensi A

  3. xamthoneplus says:

    moga semuanya bisa damai dan bisa bekerja sama,,,

  4. CROCS kw says:

    semoga sukses selalu deh… jangan ada kekacauan lagi….

  5. sinyo19 says:

    Disatuin tp konsepnya konsorsium seperti LPI+wasit yang TOP

  6. copper craft says:

    PSSI kisruh kasihan pemain bola

  7. net84 says:

    Semoga Kedepannya Sepak bola indonesia makin maju, dan kita doakan bersama agar FIFA tidak menjatuhkan sangsi terhadap Indonesia

  8. Toip says:

    -suram- moga di temukan jalan yg terbaik

  9. agrohort.ipb says:

    yang mana ajh.. lah. yang penting bener tuh lebanya dan kagak ada korupsi di dalammnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>