Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
Senin, 23 Januari. Berhubung Senin ini libur tahun baru Cina maka istri masih dapat menemani saya menjaga ibu. Hari ini kondisi tubuh ibu masih sangat lemas. Mungkin juga pengaruh obat penenang yang beliau terima dalam jumlah yang besar. Namun yang menjadi masalah, sekalipun secara fisik ibu lemah, namun pikirannya tetaplah jalan terus. Tangan beliau tetap bergerak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu. Terkadang beliau bangun tetapi sebentar kemudian terjatuh karena fisiknya yang memang sudah lelah.
Hasrat ingin makan ibu sebenarnya masih ada, namun karena fisik tidak mendukung jadi beliau hanya bisa mengulum makanan lalu tertidur. Minum pun juga demikian, hanya di kulum di mulut yang akhirnya menyebabkan beliau batuk. Nah, dengan kondisi seperti ini kami kesulitan ketika harus memberikan obat. Beruntunglah perawat yang jaga berbaik hati mengajari kami bagaimana memberikan obat untuk ibu. Semua obat harus digerus dulu lalu ditaruh sendok dan dicampur dengan air. Setelah itu dalam posisi tidur, perawat itu menutup hidung ibu dan saya diminta untuk memasukkan obatnya. Hal ini dilakukan juga saat memberi minum biar rasa pahitnya hilang. Ternyata cara ini cukup manjur. Obatpun dapat dengan mudah masuk ke tubuh ibu.
Karena asupan makan yang kurang maka sejak kemarin malam ibu di infus. Tentu saja tangan beliau yang masih suka gerak-gerak sendiri diikat agar tidak mengganggu aliran cairan infus.

Menjelang siang mas Pongky dan mbak Wulan, istrinya datang menengok ibu. Kami terhibur dengan kedatangan mereka. Terima kasih untuk kunjungannya, kami sangat menghargainya.
Siang harinya, mbak Ana, mbak Tantri sekeluarga dan juga mbah Mulyati (mertua saya) datang menengok ibu. Saya sangat senang karena berkesempatan bertemu dengan Aimee, buah hati saya. Sayangnya, dia agak jaim ketika bertemu dengan papanya. Saya yakin dia pasti kangen saya
tapi mungkin dia malu mengungkapkannya atau justru dia marah karena saya jarang bermain dengannya, Entahlah. Melihat seorang Aimee bagi saya sudah cukup mengobati kerinduan yang terpendam ini.
Sewaktu dikunjungi kondisi ibu masih sama. Secara fisik sudah lelah namun otak beliau masih tetap beraktifitas. Akibatnya ibu sering meracau dan tidak nyambung bila diajak berbicara.
Sore harinya mereka pulang, demikian juga istri saya karena besuk dia harus masuk kerja dan perlu mempersiapkan hal-hal yang menyangkut pekerjaannya.
Saya sendiri, terus terang saya sedih karena tidak ada yang menemani. Saya ingat apa yang istri katakan bahwa saya harus meminta kekuatan dari Allah agar bisa iklas menerima kondisi ibu saat ini. Saya pun mencoba berdoa dan tenang. Ibu masih diikat dan sudah minum obat yang terakhir untuk hari ini. Saya sengaja tidak berada di dekat ibu agar beliau bisa beristirahat. Puji Tuhan, tidak lama kemudian saya melihat ibu tertidur pulas, tanpa harus disuntik obat penenang terlebih dahulu. Saya mengamati kalau tiba-tiba ibu bergerak, ternyata tidak, ibu sangat pulas tidurnya. Terima kasih Tuhan.
Sewaktu dikunjungi dokter Fanani, beliau menyarankan agar obat Luften 25 dihentikan saja karena ibu sudah tenang. Obat tersebut memang berfungsi untuk menenangkan pikiran yang kalut.
Malam harinya Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si, selaku pendeta GKJ Manahan, Solo datang mengunjungi ibu. Saya terkejut sekaligus senang. Terkejut karena baru tadi sore saya SMS pak Pendeta, senang karena beliau berkenan hadir. Berhubung ibu sudah tidur dan saya sedang perlu teman cerita jadilah saya jadikan beliau sebagai tempat untuk bercerita segala hal tentang ibu dan perasaan saya yang ingin lari dari kenyataan ini.
Setelah beliau pulang, saya pun segera tidur, berharap semoga besuk ibu bisa lebih baik dan berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan untuk iklas menerima ujian ini.
Matur nuwun Gusti Allah
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- Seminggu Ibu di Rumah
- 5 Efek Samping Mengerikan dari Antibiotik Kimiawi
- Hari Kelimabelas: Hari Terakhir di Puri Waluyo
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
Recent Comments
- gamat luxor solusi penyakit on 5 Efek Samping Mengerikan dari Antibiotik Kimiawi
- faamu on Registrasi Paket CDMA XL
- yustus sakan on Mencari Informasi Beasiswa Kristen
- baju anak on Mencoba Internet Menggunakan AHA
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- saut p on Mencari Informasi Beasiswa Kristen
- Kidz on Ganti Gambar saat Mouse Over
- Fajar Y Koswara on Teenlit Tidak Harus Tentang Cinta – Sebuah Pandangan untuk Novel Warrior : Sepatu Untuk Sahabat
- fathurrahman on Ibuku Sakit Diabetes





