<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>/Hardono ada di sini &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://hardono.melesat.com/category/sastra/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardono.melesat.com</link>
	<description>sebuah catatan perjalanan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 10:00:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tetap Optimis Walau Gagal Menjadi CPNS</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2010/12/tetap-optimis-walau-gagal-menjadi-cpns/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2010/12/tetap-optimis-walau-gagal-menjadi-cpns/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 04:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cpns]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[<p>Selasa, 28 Desember 2010 merupakan hari bersejarah bagai warga Jawa Tengah yang mengikuti ujian CPNS tahun 2010 karena hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian CPNS. Pengumuman tersebut dapat dilihat di situs <a href="http://cpns.jatengprov.go.id/" title="CPNS Provonsi Jateng" target="_blank" rel="nofollow">CPNS Provonsi Jateng</a>, <a href="http://www.harianjoglosemar.com/berita/cpns.html" title="Harian JogloSemar" target="_blank" rel="nofollow">Harian JogloSemar</a> (khusus untuk eks Karisidenan Surakarta), dan tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 28 Desember 2010 merupakan hari bersejarah bagai warga Jawa Tengah yang mengikuti ujian CPNS tahun 2010 karena hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian CPNS. Pengumuman tersebut dapat dilihat di situs <a href="http://cpns.jatengprov.go.id/" title="CPNS Provonsi Jateng" target="_blank" rel="nofollow">CPNS Provonsi Jateng</a>, <a href="http://www.harianjoglosemar.com/berita/cpns.html" title="Harian JogloSemar" target="_blank" rel="nofollow">Harian JogloSemar</a> (khusus untuk eks Karisidenan Surakarta), dan tentu saja koran-koran lokal di berbagai daerah di Jawa Tengah.<br />
<span id="more-341"></span><br />
Secara khusus saya ingin mengucapkan selamat bagi mereka yang diterima sebagai CPNS. Semoga tetap menjadi abdi yang baik dan tidak terjebak dalam kondisi malas bekerja tapi hanya menuntut uang saja <img src='http://hardono.melesat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div style="text-align: center;"><img src="http://v-images2.antarafoto.com/rp_pr_1277974225_re_455x287.jpg" alt="PNS Solo" title="PNS Solo" border="0"><br />
<i>Credit: antarafoto.com</i></div>
<p>Bagi yang belum berhasil jangan patah semangat. Gagal menjadi PNS bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada hal-hal yang bisa dikerjakan untuk menjamin masa depan Anda. Sedih, kecewa, jengkel adalah hal yang wajar dan itu boleh-boleh saja terjadi. Namun, jangan terlalu lama, kembali optimis menghadapi kehidupan ini.</p>
<p>Tetap semangat ya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2010/12/tetap-optimis-walau-gagal-menjadi-cpns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sambut Tahun 2010 dengan Optimis</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2010/01/sambut-tahun-2010-dengan-optimis/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2010/01/sambut-tahun-2010-dengan-optimis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 11:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[<p>Saya memang belum sempat melihat atau membaca ramalan para pakar seperti Mama Laurent mengenai kejadian di tahun 2010. Namun dari omongan beberapa orang, katanya tahun 2010 akan lebih suram dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebuah ramalan yang masih dapat diterima dengan logika. Kenapa?<br /> <br /> Bukannya saya percaya 100% dengan ramalan tetapi berbagai kondisi yang diramalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memang belum sempat melihat atau membaca ramalan para pakar seperti Mama Laurent mengenai kejadian di tahun 2010. Namun dari omongan beberapa orang, katanya tahun 2010 akan lebih suram dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebuah ramalan yang masih dapat diterima dengan logika. Kenapa?<br />
<span id="more-252"></span><br />
Bukannya saya percaya 100% dengan ramalan tetapi berbagai kondisi yang diramalkan oleh peramal tersebut memang dari dijelaskan dengan kajian ilmiah. Salah satu tolak ukurnya ialah cuaca yang dari tahun ke tahun semakin tidak menentu. Istilah kerennya Global Warming.</p>
<p>Jika dulu kita masih mampu mengatakan kapan musim penghujan dan kapan musim kemarau maka sekarang rumus itu tidak berlaku. Bahkan mendung sehari pun belum dapat memastikan kalau hari akan hujan. Dan itulah yang terjadi di tahun 2009 kemarin.</p>
<p>Sifat dan sikap manusia semakin tahun juga semakin bertambah buruk. Untuk mampu bertahan hidup, seseorang bahkan sampai rela menghabisi nyawa saudaranya sendiri. Tidak heran bila manusia baik saat ini bagaikan barang langka yang sulit ditemukan.</p>
<p>Belum lagi krisis ekonomi global yang mampu menggoyang perekonomian negara-negara maju yang konon terkenal kuat. Sebuah krisis yang belum juga mengenal kata selesai</p>
<p>Melihat kondisi tersebut wajar bila tahun 2010 diprediksikan akan lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masalahnya apa kita hanya akan diam dan pasrah dengan kondisi tersebut. Lebih parah lagi kita menjadi tanpa pengharapan menyongsong tahun 2010.</p>
<p>Walaupun tahun 2010 diprediksikan sebagai tahun kelam tapi kita harus tetap optimis bahwa tahun 2010 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Ada begitu banyak cerita kesuksesan yang diraih di tahun 2009. Hal tersebut terjadi bukan hanya untuk orang terkenal tetapi juga orang-orang biasa.</p>
<p>Ukuran kesuksesanpun juga beragam tidak hanya diukur dengan uang. Ada yang sukses diterima sebagai PNS, sukses menikahkan anaknya, sukses menaikkan gajinya, atau sukses memiliki anak.</p>
<p>Semua kesuksesan itulah yang harus kita jadikan sebagai motivasi untuk memandang bahwa tahun 2010 akan lebih baik dari tahun sebelumnya.</p>
<p>Saya sendiri juga memiliki banyak kesuksesan di tahun 2009 yang lalu. Di antaranya saya bisa melanjutkan kembali kuliah S1 yang dulu sempat terbengkalai, anak saya bisa tumbuh menjadi anak normal yang pandai, keuangan keluarga selalu tercukupi, mampu membelikan istri printer dan display untuk jualan pulsa, dan yang lebih penting keluarga saya tetap harmonis</p>
<p>Saya percaya tahun 2010 akan lebih banyak kesuksesan yang akan saya raih. Bukan hanya karena saya percaya tahun 2010 saya akan lebih sukses melainkan karena usaha dan berkat dari Tuhan sebagai pemberi hidup yang berkelimpahan.</p>
<p>Selamat Tahun 2010 yang Penuh Kesuksesan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2010/01/sambut-tahun-2010-dengan-optimis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat mbah Ginem</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/09/semangat-mbah-ginem/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/09/semangat-mbah-ginem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 04:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mbah Ginem adalah ibu dari <a href="" title="Selamat Jalan Yu Giyem">Yu Giyem</a> yang baru saja meninggal. Di balik usianya yang sudah tua, ia terkenal sebagai pekerja keras yang bertanggung jawab. Tidak jarang tertawa ringan yang khas selalu menghiasi wajahnya setiap kali menyapa orang atau membicarakan sesuatu.<br /> <br /> Mbah Ginem sekarang tinggal bersama kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mbah Ginem adalah ibu dari <a href="" title="Selamat Jalan Yu Giyem">Yu Giyem</a> yang baru saja meninggal. Di balik usianya yang sudah tua, ia terkenal sebagai pekerja keras yang bertanggung jawab. Tidak jarang tertawa ringan yang khas selalu menghiasi wajahnya setiap kali menyapa orang atau membicarakan sesuatu.<br />
<span id="more-240"></span><br />
Mbah Ginem sekarang tinggal bersama kedua anak dan cucunya. Sedangkan suaminya telah lama meninggal. Sementara anak-anaknya yang lain juga menetap di dekat rumah mbah Ginem.</p>
<p>Setiap pagi ia selalu terlihat menyapu pekarangan rumahnya. Kadang sambil mengendong Arul, cucunya. Sorenya dengan penuh semangat ia menyirami tanaman di rumahnya. Padahal dia melakukan hal itu bukan dengan air pam yang dialirkan melalui selang. Ia menimba air dari sumur, menaruhnya di ember lalu lalu membawa ember tersebut ke tanaman yang membutuhkan air. Bukan sekali dua kali ia melakukannya melainkan beberapa kali.</p>
<p>Mbah Ginem hanya bisa pasrah ketika beliau tahu kalau penyakit kanker payudara Yu Giyem kambuh lagi. Wajahnya memang masih bisa tersenyum tetapi terlihat dengan jelas kesedihan terpancar dari raut wajahnya.</p>
<p>Dan tentu saja, sebagai seorang ibu beliau sangat terpukul ketika mengetahui anaknya meninggal. Kesedihan yang luar biasa dirasakan oleh seorang ibu saat mengetahui anaknya meninggal. </p>
<p>Tapi mbah Ginem tidaklah larut dalam kesedihan. Beliau bisa menerima kondisi ini dan menyakini kalau mungkin inilah jalan yang terbaik untuk anaknya.</p>
<p>Sehari setelah penguburan Yu Giyem atau 2 hari setelah kematiannya aku sempat bertemu dengan mbah Ginem dan menyapanya. Ada sesuatu yang berbeda pada mbah Ginem. Raut mukanya tidak lagi menunjukkan kesedihan dan tekanan yang luar biasa seperti hari-hari yang lalu. Ia nampak lebih tenang walau masih tergambar kesedihan karena kehilangan puterinya.</p>
<p>Kematian Yu Giyem memang membawa kepedihan bagi mbah Ginem. Tapi mbah Ginem sadar bahwa anaknya sudah mati dan tidak ada gunanya terus menerus ditangisi. Ia sadar tidak ada gunanya terus menerus bersedih. Ia memilih untuk tetap mejalani hidup dan berserah kepada Tuhan.</p>
<p>Semangat yang luar biasa sekali dari mbah Ginem. Salut mbah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/09/semangat-mbah-ginem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berani Keluar dari Air Hangat</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/08/berani-keluar-dari-air-hangat/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/08/berani-keluar-dari-air-hangat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada sebuah cerita mengenai dua katak yang masing-masing ditempatkan di sebuah bejana. Bejana yang pertama diisi dengan air panas yang berakibat katak di dalamnya langsung meloncat keluar.<br /> Sementara bejana kedua diisi dengan air dingin dan kemudian bejana itu dipanaskan. Katak yang di dalamnya diam saja menikmati air tersebut sampai akhirnya ia kaget karena air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah cerita mengenai dua katak yang masing-masing ditempatkan di sebuah bejana. Bejana yang pertama diisi dengan air panas yang berakibat katak di dalamnya langsung meloncat keluar.<br />
Sementara bejana kedua diisi dengan air dingin dan kemudian bejana itu dipanaskan. Katak yang di dalamnya diam saja menikmati air tersebut sampai akhirnya ia kaget karena air sudah mendidih. Tetapi terlambat ia tidak dapat lagi keluar karena air keburu mendidih.<br />
<span id="more-228"></span><br />
Cerita tersebut menggambarkan sikap manusia ketika menghadapi situasi tertentu. Langsung disiram air panas menunjukan datangnya masalah yang langsung berat yang menyebabkan manusia langsung bereaksi. Sedangkan air yang didihkan menggambarkan masalah yang datangnya perlahan namun tambah lama tambah berat. Karena datangnya perlahan itulah manusia seringkali tidak sadar. Mereka masih merasa nyaman dengan kondisinya dan tidak sadar kalau masalah besar sedang mengintai. Akhirnya saat masalah membesar mereka tidak siap untuk menghadapinya.</p>
<p>Salah satu contoh nyata mengenai ilustrasi ini ialah masalah pekerjaan.</p>
<p>Seorang karyawan akan langsung bereaksi bila tahu tempat kerjanya bangkrut atau akan tutup. Mereka langsung bersiap-siap keluar dari tempat kerja tersebut dan berpikir untuk mencari pekerjaan baru.</p>
<p>Sebaliknya bila situasi kantor baik-baik saja ia tetap akan bertahan meskipun gajinya dan karir tidak (mungkin) kunjung naik. Ia cenderung tetap bertahan meskipun tambah hari tekanannya tambah berat. Kenapa? Karena ia sudah merasa nyaman.</p>
<p>Ia merasa nyaman karena setiap bulan mendapatkan gaji, sekalipun kecil. Apalagi ditunjang dengan pemikiran kalau mencari pekerjaan saat ini sungguh sulit. Ia mengabaikan fakta kalau gajinya kecil, karir mentok, dan suasana kerja yang tidak kondusif. Yang paling fatal ia justru menutup peluang bagi diri untuk maju.</p>
<p>Bukan tidak mungkin bila ia mau keluar dari tempat kerjanya dan mencari tantangan baru ia bisa meraih kesuksesan di tempat barunya tersebut.</p>
<p>Tanpa disadari suasana nyaman yang kita ciptakan sendiri suatu saat bisa menjadi bumerang yang justru akan menghancurkan kita. Seperti ilustrasi katak dalam bejana yang airnya dididihkan tadi, suasana nyaman akan meninabobokan kita dari niat untuk menjadi lebih baik. Kita merasa puas dengan hasil yang kita capai dan enggan untuk melepaskannya. Sampai akhirnya kita sadar kalau yang kita lakukan salah. Tetapi semuanya sudah terlambat.</p>
<p>Oleh karena itu jangan sampai terlena dengan suasana nyaman. Belum tentu suasana nyaman itu baik. Tetaplah fokus pada impian hidupmu dan raihlah itu seberapapun beratnya. Kalau suasana nyaman itu bisa menghentikan impianmu maka Anda perlu mewaspadainya.</p>
<p>Mari keluar dari zona nyaman dan meraih yang lebih baik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/08/berani-keluar-dari-air-hangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayahnya Hanya Penjaga Sekolah</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/08/ayahnya-hanya-penjaga-sekolah/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/08/ayahnya-hanya-penjaga-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 09:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[penjaga sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tetanggaku adalah seorang tukang kebun alias penjaga sebuah sekolah dasar. Anaknya kebetulan juga sekolah di tempat itu. Sempat terlintas dalam pikiranku, bagaimana ya perasaan anaknya kalau tahu bahwa ayahnya hanyalah penjaga SD tersebut.<br /> <br /> &#8220;Biasa saja tuh&#8221;, jawab <a href="http://puji.melesat.com" target="_blank" title="Puji Arya Yanti">istriku</a> menjawab pertanyaanku.<br /> &#8220;Ya kalau di desa mungkin biasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tetanggaku adalah seorang tukang kebun alias penjaga sebuah sekolah dasar. Anaknya kebetulan juga sekolah di tempat itu. Sempat terlintas dalam pikiranku, bagaimana ya perasaan anaknya kalau tahu bahwa ayahnya hanyalah penjaga SD tersebut.<br />
<span id="more-215"></span><br />
&#8220;Biasa saja tuh&#8221;, jawab <a href="http://puji.melesat.com" target="_blank" title="Puji Arya Yanti">istriku</a> menjawab pertanyaanku.<br />
&#8220;Ya kalau di desa mungkin biasa sih, soalnya yang lain kebanyakan ayahnya juga menjadi petani atau pedagang,&#8221; sahutku, &#8220;tapi bagaimana kalau di kota?&#8221;<br />
&#8220;Wah kalau itu gak tahu, bisa saja malah jadi beban mental sebab ayahnya hanya menjadi tukang sekolah.&#8221;</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari profesi seorang ayah dapat mempengaruhi mental seorang anak. Anak biasanya akan membanggakan profesi ayahnya. Mereka tidak begitu peduli jadi apa ayahnya asalkan ada sesuatu yang bisa mereka banggakan itu sudah cukup.</p>
<p>Ambil contoh seorang anak tetap bangga memiliki ayah seorang petani karena ia tahu ayahnya seorang pekerja keras.</p>
<p>Hanya saja pergaulan dengan teman-temannya yang mengukur prestasi seorang ayah dari sisi uang sering mempengaruhi pola pikir anak tersebut. Anak-anak akan bangga jika orang tuanya sanggup membelikan apa saja yang ia mau. Sebaliknya mereka akan dikucilkan bila orang tuanya hanya seorang miskin.</p>
<p>Akibatnya beberapa anak yang tidak kuat mentalnya bisa minder bahkan mulai menyalahkan orang tuanya kenapa ayahnya hanya berprofesi seperti ini.</p>
<p>Kondisi seperti ini dapat dihindari dengan pemahaman sejak dini bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dengan uang melainkan dengan keharmonisan keluarga. Anak juga perlu tahu apa yang bisa mereka banggakan dari keluarganya dan tidak hanya menuntut saja. Mereka harus dibiasakan untuk hidup cukup dengan uang yang mereka miliki.</p>
<p>Sudah memang mengajari anak supaya tidak terbawa arus negatif pergaulan teman-temannya. Tetapi dengan niat dan kegigihan semuanya pasti bisa dilakukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/08/ayahnya-hanya-penjaga-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertahan Tanpa Pekerjaan Kantoran</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/08/bertahan-tanpa-pekerjaan-kantoran/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/08/bertahan-tanpa-pekerjaan-kantoran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 07:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sudah setahun ini aku tidak memiliki pekerjaan kantoran alias menjadi karyawan kantoran. Padahal aku harus mencukupi kebutuhan anak dan istriku. Kalau dilihat memang berat sih tetapi entah mengapa sampai sekarang kami masih mampu bertahan.<br /> <br /> Aku keluar dari kantorku di Salatiga karena kantor tersebut ditutup. Mungkin sudah tidak menguntungkan pemiliknya. Awalnya aku sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah setahun ini aku tidak memiliki pekerjaan kantoran alias menjadi karyawan kantoran. Padahal aku harus mencukupi kebutuhan anak dan istriku. Kalau dilihat memang berat sih tetapi entah mengapa sampai sekarang kami masih mampu bertahan.<br />
<span id="more-211"></span><br />
Aku keluar dari kantorku di Salatiga karena kantor tersebut ditutup. Mungkin sudah tidak menguntungkan pemiliknya. Awalnya aku sempat kaget dan juga bingung karena pengumumannya mendadak sekali. Aku bingung ntar mo kerja dimana nih. Padahal sekarang aku sudah berkeluarga. Kantor memang memberikan pesangon namun tidak diberikan secara langsung melainkan perbulan. Selama sekian bulan ke depan aku masih bisa bernafas lega karena masih ada uang. Tapi bagaimana dengan bulan-bulan selanjutnya.</p>
<p>Aku berdoa dan beriman bahwa Tuhan pasti menolong keluargaku. Dan memohon kepada-Nya untuk menunjukkan jalan apa yang harus kami tempuh. Dengan iman itulah pikiranku bisa kembali tenang.</p>
<p>Aku ceritakan kepada istriku situasi yang akan kita hadapi sekaligus beberapa rencana untuk mencari rejeki. Puji Tuhan istriku bisa mengerti. Di kemudian hari aku baru tahu kalau ia juga sempat bingung tapi tetap optimis karena melihat aku juga optimis. Padahal aku bisa semakin optimis waktu melihat dia optimis dan tidak kuatir. Nah, lho&#8230;</p>
<p>Aku sudah merencanakan kalau aku akan berbisnis online saja. Baik dengan membuat dan mengembangkan website atau membuatkan website orang lain. Selain itu, kami juga membuka usaha kecil-kecilan jualan pulsa di rumah.</p>
<p>Aku tidak berencana untuk melamar pekerjaan karena aku tahu ada satu persyaratan yang belum bisa kupenuhi saat ini. Ijazah pendidikan terakhir. Pendidikan terakhirku memang cuma SMA setelah itu melanjutkan kuliah hanya sampai beberapa semester lalu keluar. Dan biasanya banyak perusahaan yang mensyaratkan ijazah pendidikan terkhir sebagai salah satu syarat mutlak.</p>
<p>Sampai saat ini aku masih berstatus pegawai rumahan dengan penghasilan yang tidak menentu tiap bulannya. Puji Tuhan kebutuhan keluargaku masih tercukupi. Kalau dihitung secara matematika memang sulit membayangkan. Bagaimana penghasilan tidak tetap bisa mencukupi kebutuhan keluargaku tiap bulannya. Tetapi itulah hasil dari imanku bahwa Tuhan pasti mencukupi umat-Nya yang mau berusaha. Inilah yang akan terus kupertahankan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/08/bertahan-tanpa-pekerjaan-kantoran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lingkungan Mempengaruhi Mental</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/08/lingkungan-mempengaruhi-mental/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/08/lingkungan-mempengaruhi-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 07:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada dua tipe orang yang berkaitan dengan masalah pekerjaan. Satu tipe pengusaha yang lain tipe karyawan. Detailnya tipe pengusaha ialah mereka yang mampu menciptakan dan mengembangkan peluang kerja sendiri. Sedangkan tipe karyawan ialah mereka yang merasa nyaman dan sukses bila ikut bekerja dengan orang lain.<br /> <br /> Berdasarkan pengamatan pribadi, saya menemukan mereka yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua tipe orang yang berkaitan dengan masalah pekerjaan. Satu tipe pengusaha yang lain tipe karyawan. Detailnya tipe pengusaha ialah mereka yang mampu menciptakan dan mengembangkan peluang kerja sendiri. Sedangkan tipe karyawan ialah mereka yang merasa nyaman dan sukses bila ikut bekerja dengan orang lain.<br />
<span id="more-209"></span><br />
Berdasarkan pengamatan pribadi, saya menemukan mereka yang tinggal di desa lebih memiliki mental sebagai pengusaha dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan.</p>
<p>Hal ini dapat dimaklumi sebab orang-orang desa biasanya berprofesi sebagai pekerja tanah sendiri. Mereka mencari nafkah dengan mengolah tanahnya sendiri. Mereka yang tidak punya lahan atau enggap bekerja di lahan biasanya memilih untuk merantau ke kota lain bahkan keluar pulau Jawa.</p>
<p>Kurangnya pendidikan tentu saja membuat mereka sulit untuk diterima di perusahaan yang besar. Tapi karena sejak kecil mereka dibiasakan untuk berusaha mandiri maka ditempat baru tersebut mereka pun juga berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri. Misalnya jualan bakmi, jualan bakso, atau mendirikan warung makan.</p>
<p>Di desa tempat saya tinggal (Balesari, Mulur, Bendosari, Sukoharjo), beberapa perantau berhasil meraih kesuksesan hanya dengan modal menjadi penjual kecil-kecilan.</p>
<p>Semangat untuk berusaha mandiri inilah yang jarang dilihat oleh masyarakat perkotaan. Akibatnya mereka juga enggan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Mereka lebih nyaman ikut orang lain.</p>
<p>Memang tidak semua masyarakat kota memiliki mental karyawan. Beberapa telah keluar dari sarangnya dan berani ambil resiko untuk berusaha. Namun demikian, masih banyak yang merasa nyaman bekerja pada orang lain dan langsung kebingunan ketika kena PHK.</p>
<p>Semangat yang dimiliki oleh masyarakat desa inilah yang seharusnya dapat memotivasi kita untuk ikut menciptakan peluang kerja sendiri daripada terus mengandalkan kantor. Ada begitu banyak usaha yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Modalnya cuma satu Keberanian!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/08/lingkungan-mempengaruhi-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IndonesiaUnite &#8211; Kami Tidak Takut</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/07/indonesiaunite-kami-tidak-takut/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/07/indonesiaunite-kami-tidak-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 08:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiaunite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[<p>IndonesiaUnite merupakan sebuah gerakan di dunia cyber yang menunjukan Indonesia Bersatu dan tidak takut melawan terorisme. Gerakan dengan jargon Kami Tidak Takut ini muncul sebagai respon terhadap aksi pemboman Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Jum&#8217;at 17 Juli 2009 yang lalu. Diawali penggunaan hashtag #Indonesiaunite di <a href="http://twitter.com/indonesiaunite" target="_blank" title="IndonesiaUnite - Twitter" [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hardono.melesat.com/wp-content/uploads/2009/07/indonesiaunite.jpg" alt="indonesiaunite" title="indonesiaunite" width="75" height="56" class="alignleft size-full wp-image-207" /><b>IndonesiaUnite</b> merupakan sebuah gerakan di dunia cyber yang menunjukan Indonesia Bersatu dan tidak takut melawan terorisme. Gerakan dengan jargon <b>Kami Tidak Takut</b> ini muncul sebagai respon terhadap aksi pemboman Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Jum&#8217;at 17 Juli 2009 yang lalu. Diawali penggunaan hashtag #Indonesiaunite di <a href="http://twitter.com/indonesiaunite" target="_blank" title="IndonesiaUnite - Twitter" rel="nofollow">twitter</a>, kini IndonesiaUnite telah membanjari internet baik di <a href="http://facebook.com/indonesiaunite" target="_blank" title="IndonesiaUnite - Facebook" rel="nofollow">facebook</a>, forum maupun berbagai blog termasuk blog ini.<br />
<span id="more-206"></span><br />
&#8220;<b>Kami Tidak Takut</b>&#8221; sebuah jargon penuh semangat yang menunjukkan bahwa warga negara Indonesia tidak pernah takut untuk tinggal di Indonesia. Semangat &#8220;Kami Tidak Takut&#8221; ini pula yang ingin disebarkan kepada pengguna internet lainnya dimuka bumi. Jargon ini sendiri diambil dari judul lagu yang dibuat oleh <a href="http://pandji.com/" target="_blank" title="Pandji Pragiwaksono" rel="nofollow">Pandji Pragiwaksono</a>.</p>
<p>MP3 Kami Tidak Takut juga dapat didownload disini.</p>
<p>Ayo ikut bergabung dengan gerakan ini. Caranya mudah! Masukkan kata IndonesiaUnite di posting forum, blog, atau social network apa saja seperti facebook dan twitter dan tulislah sesuatu yang positif tentang Indonesia.</p>
<p><b>Tag IndonesiaUnite</b><br />
Untuk setiap posting yang Anda tulis di blog atau social bookmark, masukkan tag IndonesiaUnite (bisa huruf kecil atau besar semua). Mari kita buat warnai dunia maya dengan tag IndonesiaUnite dan menyerukan &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/07/indonesiaunite-kami-tidak-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetap Optimis Menyambut Tahun 2009</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/01/tetap-optimis-menyambut-tahun-2009/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/01/tetap-optimis-menyambut-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 11:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa pihak baik peramal, pengamat, atau sekadar orang biasa memprediksikan kalau tahun 2009 tidak lah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai peristiwa buruk masih akan terus terjadi bahkan diperkirakan akan semakin bertambah buruk.<br /> <br /> Lalu apakah kehidupan kita juga akan ikut memburuk? Secara matematis jawabannya iya! Terjadinya resesi ekonomi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa pihak baik peramal, pengamat, atau sekadar orang biasa memprediksikan kalau tahun 2009 tidak lah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai peristiwa buruk masih akan terus terjadi bahkan diperkirakan akan semakin bertambah buruk.<br />
<span id="more-163"></span><br />
Lalu apakah kehidupan kita juga akan ikut memburuk? Secara matematis jawabannya iya! Terjadinya resesi ekonomi global yang diprediksikan semakin menghebat di tahun 2009 mengakibatkan keterpurukan di dunia ekonomi. Beberapa perusahaan besar sudah me-PHK ratusan bahkan ada yang sampai ribuan karyawannya. Beberapa lagi sudah menyatakan bangkrut dan telah menutup usahanya. Sebagian perusahaan yang masih hidup terus berjuang agar dapat tetap bertahan menghadapi krisis ini. Di sisi lain harga-harga pun juga perlahan namun pasti mulai merangkak naik. Pada intinya harga-harga mulai naik sementara uang juga sulit didapat. Jadi (secara matematis) kehidupan akan semakin memburuk.</p>
<p>Namun, kehidupan tidaklah diukur dari hitungan matematis. Kehidupan bergantung dari bagaimana kita memandang kehidupan tersebut. Bila kita memandangnya secara buruk dan selalu pesimis dengan apa yang kita alami maka hasilnya pun akan buruk. Sebaliknya bila kita memandangnya dengan optimis maka kita dapat melewati tahun 2009 dengan sukacita.</p>
<p>Seseorang yang baru saja di PHK dapat menjadi sukses bila ia mau memandang pesangon dari PHK tersebut sebagai sebuah peluang emas untuk membuka usaha pribadi. Sebaliknya mereka yang diterima sebagai PNS belum tentu sukses karena mereka langsung sombong karena telah berstatus sebagai PNS padahal mereka tidak bekerja dengan benar.</p>
<p>Jadi daripada berpikir pesimis, negatif maupun berpikir yang tidak menentu menghadapi tahun 2009, lebih baik kita menatap tahun 2009 dengan optimis sambil selalu berdoa memohon kekuatan Tuhan untuk melalui tahun 2009</p>
<p>Selamat Tahun Baru 2009!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/01/tetap-optimis-menyambut-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berikan yang Terbaik</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2008/12/berikan-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2008/12/berikan-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 10:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.&#8221; (Kolose 3:23)</p> <p>Seorang karyawan memprotes kebijakan pimpinannya karena telah mempromosikan rekannya dengan jabatan lebih tinggi dari dia. &#8220;Saya yang telah bekerja selama 10 tahun tidak mendapatkan kenaikan jabatan tetapi dia yang baru 1 tahun jabatannya sudah lebih tinggi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.&#8221; (Kolose 3:23)</p>
<p>Seorang karyawan memprotes kebijakan pimpinannya karena telah mempromosikan rekannya dengan jabatan lebih tinggi dari dia. &#8220;Saya yang telah bekerja selama 10 tahun tidak mendapatkan kenaikan jabatan tetapi dia yang baru 1 tahun jabatannya sudah lebih tinggi dari saya,&#8221; protes karyawan tersebut, &#8220;Dari sisi pengalaman saya jauh lebih berpengalaman dibandingkan dia, sekolah saya pun juga lebih tinggi dari dia.&#8221;<br />
<span id="more-160"></span><br />
Dengan tenang pimpinan tersebut menjawab, &#8220;Pak, dari sisi waktu pengalaman Bapak memang menang telak diatas dia, tapi yang saya cari bukan hanya yang menang pengalaman saja tetapi juga apa yang telah ia berikan untuk kantor ini. Nah selama setahun ia memberikan yang terbaik untuk kantor, sedangkan bapak sendiri hanya memberikan yang baik untuk kantor ini.</p>
<p>Dalam pekerjaan tidak sedikit orang yang masih menganggap bahwa jenjang karir diukur dari pengalaman atau loyalitas seseorang terhadap sebuah perusahaan. Selain itu faktor pendidikan masih juga dianggap mempengaruhi karir seseorang. Namun, sebenarnya semuanya tidak berguna bila yang bersangkutan tidak sungguh-sungguh bekerja. Sebagian besar perusahaan pasti akan lebih menghargai para pegawai yang mau memberikan yang terbaik bagi perusahaan tersebut daripada pegawai yang hanya asal bekerja.</p>
<p>Ketika kita memberikan yang terbaik bagi perusahaan sebenarnya kita bukan hanya sedang mengejar berkat (jabatan) tetapi juga sedang memuliakan Tuhan atau bersaksi sebagai anak Allah melalui apa yang kita kerjakan. Sehingga ketika orang melihat perbuatan baik kita maka merekapun akan ikut memuliakan Tuhan</p>
<p>&#8220;Berikan yang terbaik agar Tuhan dimuliakan&#8221;</p>
<p><b><i>Bacaan: Kolose 3:18-4:16</i></b></p>
<blockquote>
<ol start="18">
<li>Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.</li>
<li>Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.</li>
<li>Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.</li>
<li>Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.</li>
<li>Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.</li>
<li>Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.</li>
<li>Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.</li>
<li>Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.</li>
</ol>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2008/12/berikan-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

