<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>/Hardono ada di sini &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://hardono.melesat.com/category/sastra/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hardono.melesat.com</link>
	<description>Catatan perjalanan jiwa dan raga</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Aug 2010 13:10:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Selamat Jalan Gus Dur &#8211; Sebuah Catatan Pribadi</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2010/01/selamat-jalan-gus-dur-sebuah-catatan-pribadi/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2010/01/selamat-jalan-gus-dur-sebuah-catatan-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 11:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Saya sempat membenci sosok Gus Dur. Tepatnya setelah beliau mengalahkan Megawati dalam pemilihan presiden tahun 1999 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Saya benci karena Gus Dur memupuskan impian saya dan jutaan pendukung Megawati lainnya yang sudah yakin kalau Megawati bakal menjadi Presiden RI ke empat.

Namun, kebencian tersebut berubah menjadi kekaguman melihat cara Gus Dur memimpin negeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sempat membenci sosok Gus Dur. Tepatnya setelah beliau mengalahkan Megawati dalam pemilihan presiden tahun 1999 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Saya benci karena Gus Dur memupuskan impian saya dan jutaan pendukung Megawati lainnya yang sudah yakin kalau Megawati bakal menjadi Presiden RI ke empat.<br />
<span id="more-254"></span><br />
Namun, kebencian tersebut berubah menjadi kekaguman melihat cara Gus Dur memimpin negeri ini. Walaupun beberapa ucapan dan tindakan yang beliau ambil dicap sebagai langkah yang kontroversial namun bagi saya hal itu memang sudah selayaknya Gus Dur lakukan.</p>
<p>Sebagai contoh adalah benar ketika beliau mengatakan kalau DPR tidak ubahnya seperti kumpulan anak TK. Buktinya kita lihat saja saat ini, para anggota DPR sibuk berbicara soal demokrasi tetapi ujung-ujungnya mereka cuma ingin mencari popularitas saja. Pada anggota dewan baik DPR maupun DPRD lebih sering terdengar beritanya daripada hasil kerjanya.</p>
<p>Saya salut dengan langkah Gus Dur yang menyatakan Imlek sebagai hari libur Nasional sekaligus mengakui agama Konghucu. Bahkan beliau pun sempat akan merehabilitasi orang-orang yang di cap PKI pada masa orde baru. Semua ini beliau lakukan untuk mewujudkan kerukunan dan keadilan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.</p>
<p>Saling kagumnya saya hampir saja bergabung dengan PKB yang merupakan partai bentukan Gus Dur.</p>
<p>Kiprah Gus Dur di PKB sendiri juga tergolong unik. Hampir semua ketua umum PKB diangkat oleh Gus Dur dan diperhentikan pula oleh beliau. Biasanya sih mereka yang diperhentikan ialah mereka yang tidak nurut lagi dengan beliau.</p>
<p>Kondisi demikian seakan menunjukkan kalau Gus Dur adalah tipe orang yang otoriter. Tetapi ada pula yang beranggapan hal ini beliau lakukan sebagai salah satu cara untuk mendidik orang-orang tersebut. Dengan demikian Gus Dur seolah menantang mereka untuk berani melawan Gus Dur dan tidak hanya asal bapak senang. Dampaknya di kemudian hari di harapkan mereka sudah terbiasa untuk berkonflik dengan siapa saja yang salah sekalipun mereka adalah penguasa.</p>
<p>Sikap Gus Dur yang kontroversial bisa berarti lain bila kita mau mencoba memahami dari sisi yang lain. Yang jelas semuanya itu beliau lakukan untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Sangatlah tepat bila disebatkan label Bapak Bangsa pada seorang Gus Dur</p>
<p>Sayang sekali tanggal 30 Desember 2009 kemarin tepatnya pukul 18.45 Gus Dur telah mengakhiri perjalanan hidupnya di dunia. Beliau tidak ingin merasakan siksa panasnya neraka. Beliau juga tidak sanggup mengetuk pintu surga. Gus Dur hanya sanggup mempersembahkan taubatnya ke hadirat Tuhan.</p>
<p>Selamat Jalan Gus Dur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2010/01/selamat-jalan-gus-dur-sebuah-catatan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia atau Endonesia</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/11/indonesia-atau-endonesia/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/11/indonesia-atau-endonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 11:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Pernah gak memperhatikan bagaimana masyarakat mengucapkan kata Indonesia. Kalau jeli Anda akan menemukan sebagian orang justru melafalkan dengan ucapan Endonesia bukannya Indonesia.

Hal ini terjadi bukan hanya dalam percakapan sehari-hari melainkan juga dalam kegiatan resmi seperti upacara atau seminar. Salah pengucapan ini juga sering terjadi saat menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya
Ini merupakan masalah sepele yang kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah gak memperhatikan bagaimana masyarakat mengucapkan kata Indonesia. Kalau jeli Anda akan menemukan sebagian orang justru melafalkan dengan ucapan Endonesia bukannya Indonesia.<br />
<span id="more-247"></span><br />
Hal ini terjadi bukan hanya dalam percakapan sehari-hari melainkan juga dalam kegiatan resmi seperti upacara atau seminar. Salah pengucapan ini juga sering terjadi saat menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya</p>
<p>Ini merupakan masalah sepele yang kadang terlewatkan begitu saja. Namun, pengucapan yang benar terhadap nama negeri ini juga bisa menunjukkan penghormatan terhadap negeri ini sekaligus rasa nasionalisme.</p>
<p>Yuk kita mulai introspeksi apakah kita masih sering mengucapkan Endonesia atau Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/11/indonesia-atau-endonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tari Pendet Milik Indonesia</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/08/tari-pendet-milik-indonesia/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/08/tari-pendet-milik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 05:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi Malaysia berulah! Setelah mengklaim reog, wayang, batik, angklung sebagai budaya asal Malaysia kini Malaysia giliran mengklaim tari Pendet sebagai budaya Malaysia. What?! Yang bener aja&#8230;

Apapun alasan yang mereka ajukan hal itu tetaplah tidak benar. Semua orang Indonesia tahu kalau tari Pendet adalah tari yang berasal dari Bali. Bukan dari Malaysia!
Entah sampai kapan kejadian pengklaiman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi-lagi Malaysia berulah! Setelah mengklaim reog, wayang, batik, angklung sebagai budaya asal Malaysia kini Malaysia giliran mengklaim tari Pendet sebagai budaya Malaysia. What?! Yang bener aja&#8230;<br />
<span id="more-221"></span><br />
<div id="attachment_222" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://hardono.melesat.com/wp-content/uploads/2009/08/lestarikan-kebudayaan-tari-pendet-300x203.jpg" alt="Gambar diambil dari SwaBerita" title="lestarikan-kebudayaan-tari-pendet" width="300" height="203" class="size-medium wp-image-222" /><p class="wp-caption-text">Gambar diambil dari SwaBerita</p></div><br />
Apapun alasan yang mereka ajukan hal itu tetaplah tidak benar. Semua orang Indonesia tahu kalau tari Pendet adalah tari yang berasal dari Bali. Bukan dari Malaysia!</p>
<p>Entah sampai kapan kejadian pengklaiman secara sepihak ini akan terus berulang. Rakyat Indonesia sudah muak dengan tingkah Malaysia (Malingsia). Bukan hanya kasus pencurian budaya saja yang membuat negara ini gerah, kasus perlakukan yang semena-mena terhadap Tenaga Kerja Indonesia dan pelecehan tapal batas negara juga membuat rakyat semakin benci terhadap Malaysia</p>
<p>Sayangnya pemerintah tidak memiliki cukup keberanian untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah terlalu takut untuk (setidaknya) mengajukan nota keberatan atau pertanyaan resmi mengenai masalah ini.</p>
<p>Padahal kalau pemerintah mau, negara tetangga itu bisa jadi berpikir seribu kali untuk mengulanginya lagi.</p>
<p>Bulan Agustus bangsa ini merayakan kemerdekaannya yang ke-64 tahun. Tapi kemerdekaan ini serasa hampar jika kita hanya bisa diam melihat negara lain secara diam-diam merampas kekayaan kita.</p>
<p>Mari kita bersatu melawan penjajahan dan penindasan terhadap negara ini termasuk yang dilakukan oleh Malaysia.</p>
<p>Kalau pemerintah belum berani maka kitalah yang harus memulai. Caranya</p>
<ul>
<li>Tolak produk Malaysia</li>
<li>Tolak mahasiswa atau siswa Malaysia sekolah di Indonesia</li>
<li>Cintailah produk dan budaya dalam negeri</li>
<li>Promosikan budaya negeri ke penjuru dunia</li>
</ul>
<p>IndonesiaUnite &#8211; Kami tidak takut</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/08/tari-pendet-milik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telpon, SMS, dan Facebook</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/06/telpon-sms-dan-facebook/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/06/telpon-sms-dan-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 05:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Aku dan istriku sedang getol main facebook. Setiap ada kesempatan kami selalu mengakses situs pertemanan ini melalui hp kami. Ada kalanya cuma melihat-lihat saja tetapi tidak jarang ikut nimbrung percakapan di status orang lain. Kakakku pun juga sama, setelah tahu kalau facebook bisa diakses dari hp, kesehariannya tidak pernah lepas dari facebook.

Harus diakui keberadaan Facebook [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku dan istriku sedang getol main facebook. Setiap ada kesempatan kami selalu mengakses situs pertemanan ini melalui hp kami. Ada kalanya cuma melihat-lihat saja tetapi tidak jarang ikut nimbrung percakapan di status orang lain. Kakakku pun juga sama, setelah tahu kalau facebook bisa diakses dari hp, kesehariannya tidak pernah lepas dari facebook.<br />
<span id="more-204"></span><br />
Harus diakui keberadaan Facebook memang fenomenal. Situs pertemanan ini telah berhasil memikat jutaan pengguna internet untuk bergabung di dalamnya. Sebagai situs pertemanan facebook memberikan kesempatan pada anggotanya untuk menjalin persahabatan dengan sesama anggota facebook. Apa yang sedang dilakukan oleh temanmu juga dapat kamu ketahui. Jadi bukan hanya add friend doank tetapi juga tahu friend kamu lagi ngapain.</p>
<p>Yang menarik bila beruntung kamu juga dapat menemukan sahabat lama yang sudah tidak diketahui di mana rimbanya. Unik memang, di dunia nyata kita kesulitan menemukannya eh malah ketemu di facebook. Mungkin karena banyak orang tertarik dengan facebook yang menyebabkan kita dapat menemukan teman-teman lama kita.</p>
<p>Keberadaan facebook sendiri semakin populer karena kemampuannya untuk diakses melalui ponsel. Tidak harus ponsel mahal (high-end), ponsel murah pun juga dapat digunakan untuk mengakses facebook. Syaratnya ponsel tersebut harus sudah mendukung koneksi (minimal) GPRS dan dilengkapi dengan teknologi Java MIDP.</p>
<p>Setelah itu kita tinggal install sotfware <a href="http://www.operamini.com/" target="_blank" title="Opera Mini" rel="nofollow">operamini</a> lalu browsing ke situs facebook. Biasanya sih akan langsung di bawa ke situs facebook versi mobile. Terus&#8230; mulai facebook-an deh.</p>
<p>Beberapa temanku kini juga sudah mulai getol facebook-an dengan ponsel. Setiap ada waktu mereka mengeluarkan hp lalu pencet sana pencet sini yang kupikir sms tapi eh ternyata facebook-an. Coba perhatikan mereka yang pada nongkrong sambil pegang hp. Belum tentu mereka sms atau ngegim (kalau pulsa habis).Bisa saja mereka facebook-an.</p>
<p>Kalau dulu pulsa cuma buat sms dan telpon (walau lebih tepatnya misscall) kini ditambah lagi dengan facebook. Kalau sekarang pas cek pulsa cuma ada tulisa pulsa bicara &#8230;. pulsa sms &#8230;. Ntar mungkin saja ada pulsa facebook&#8230;. Bonus perdana-pun mungkin juga akan diubah. Bukan hanya bonus pulsa 10.000 untuk sesama provider tetapi bonus 10.000 untuk facebook-an</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/06/telpon-sms-dan-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iklan Kecap Sedap yang Tidak Mendidik</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/06/iklan-kecap-sedap-yang-tidak-mendidik/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/06/iklan-kecap-sedap-yang-tidak-mendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 05:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Istriku sempat protes saat melihat iklan kecap merk Sedap, menurutnya iklan tersebut tidak mendidik. Di iklan tersebut digambarkan seorang anak yang makan dengan lauk kerupuk yang diolesi dengan kecap sedap. Terlihat ia begitu lahap sekali makannya. Setelah kecapnya habis ia berteriak-teriak seperti anak yang tidak dituruti permintaannya. Begitu ibunya memberikan kecap Sedap ia pun gembira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istriku sempat protes saat melihat iklan kecap merk Sedap, menurutnya iklan tersebut tidak mendidik. Di iklan tersebut digambarkan seorang anak yang makan dengan lauk kerupuk yang diolesi dengan kecap sedap. Terlihat ia begitu lahap sekali makannya. Setelah kecapnya habis ia berteriak-teriak seperti anak yang tidak dituruti permintaannya. Begitu ibunya memberikan kecap Sedap ia pun gembira lagi sambil melanjutkan makan yang terlihat urakan.<br />
<span id="more-202"></span><br />
Di akhir iklan terdapat kata-kata (sori tepatnya lupa) yang intinya mengatakan kalauu anak hanya mau makan kalau ada kecap sedap.</p>
<p>Tentu saja istriku mencak-mencak karena iklan tersebut mengajarkan sesuatu yang salah. Anak hanya mau makan kalau ada kecap Sedap. Kalau kata-kata ini telah tertanam di pikiran anak bisa jadi anak tersebut benar-benar tidak mau makan kalau tidak ada kecap Sedap. Bagaimana kalau orang tuanya tidak mampu membeli kecap Sedap?</p>
<p>Memang itu hanya bahasa iklan untuk mencari konsumen. Namun, sebuah bahasa iklan yang salah juga dapat membentuk budaya yang salah. Beberapa bahasa iklan telah menjadi tren di masyarakat, sering diucapkan dan tanpa sadar juga dilakukan.</p>
<p>Hal lainnya yang tidak mendidik ialah cara makan anak yang terlihat urakan. Hal ini juga bisa membentuk suatu budaya yang salah apalagi bila sering dilihat oleh anak. Seorang anak biasanya senang menirukan apa yang mereka lihat.</p>
<p>Semoga saja pihak kecap Sedap mau memperbaiki iklan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/06/iklan-kecap-sedap-yang-tidak-mendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelebihan dan Kelemahan Blackbery</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/03/kelebihan-dan-kelemahan-blackbery/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/03/kelebihan-dan-kelemahan-blackbery/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blackbery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian masyarakat di Indonesia memang latah dalam hal gaya hidup demikian juga dalam hal teknologi. Ketika Nokia 6600 banyak dipakai oleh artis, masyarakat pun mengikutinya hingga menyebabkan ponsel ini mendapatkan gelar ponsel sejuta umat. Ketika Nokia 9500 akan direalese orang-orang pada ngantri dan rela membayar 13 juta untuk mendapatkan ponsel ini. Padahal harga aslinya cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian masyarakat di Indonesia memang latah dalam hal gaya hidup demikian juga dalam hal teknologi. Ketika Nokia 6600 banyak dipakai oleh artis, masyarakat pun mengikutinya hingga menyebabkan ponsel ini mendapatkan gelar ponsel sejuta umat. Ketika Nokia 9500 akan direalese orang-orang pada ngantri dan rela membayar 13 juta untuk mendapatkan ponsel ini. Padahal harga aslinya cuma 10 jutaan rupiah. Dan sekarang ketika para artis mulai menggunakan Blackbery orang-orang juga ikut latah dengan membeli ponsel yang dikhususkan untuk maniak email ini<br />
<span id="more-195"></span><br />
Harga yang selangit bukan halangan bagi mereka yang berduit untuk memilikinya. Bahkan untuk memuaskan nafsu mereka yang ngebet ingin memiliki namun belum ada uang, sebuah provider menyediakan cicilan untuk memiliki ponsel Blackbery. Padahal kalau dihitung-hitung jatuhnya lebih mahal dibandingkan beli secara langsung.</p>
<p>Tidak berlebihan rasanya kalau popularitas Blackberry saat ini sudah menyaingi popularitas Nokia Communicator yang telah menjadi identitas untuk menunjukkan kesuksesan orang dalam dunia bisnis.</p>
<p>Tetapi apakah masyarakat tahu apa kelebihan dan kelemahan Blackbery? Atau masyarakat hanya melihat kelebihan Blackbery dari sisi kepopuleran dan bentuknya yang cocok untuk pebisnis saja? Tetapi menutup mata (tidak mau tahu) terhadap kekurangan Blackbery?</p>
<p>Agar tidak terjebak dalam bahaya latah dan nantinya malah kecewa di belakang maka coba cari tahu dulu apa kelebihan dan kelemahan Blackbery Ingat harga Blackbery seri apapun tidak ada yang murah lho.</p>
<p><b>Kelebihan</b><br />
Kelebihan Blackbery tentu saja terletak pada akses email yang on time. Begitu ada email masuk ke inbox maka otomatis Anda akan mendapatkan notifikasi, seperti halnya sms. Jadi Anda tidak perlu klik check (download) email dulu atau buka webmail, login, dan melihat ada email baru atau tidak.</p>
<p>Blackbery menawarkan layanan internet yang disebut Blackbery Enterprice Service (BES) untuk perusahaan dan Blackbery Internet Service (BIS) untuk personal. Layanan ini digunakan untuk keperluan email, browsing, atau menggunakan beberapa layanan yang berhubungan dengan internet yang disediakan Blackbery.</p>
<p>Walaupun kecepatan internetnya hanya GPRS namun kecepatannya lebih cepat dari GPRS. Hal ini terjadi karena email, browsing, atau akses internet melalui BES atau BIS telah melalui proses kompresi sehingga akses bisa lebih cepat. Namun jika menggunakan jalur GPRS maka kecepatannya juga setara dengan akses GPRS menggunakan ponsel merk lainnya.</p>
<p><b>Kelemahan</b><br />
Nah, kelemahannya terletak pada harga layanan internet yang cukup mahal (untuk saat ini). Selain itu harga ponselnya juga mahal bila melihat pada feature yang ditawarkan. Kalau Anda cuma ingin merasakan email serasa SMS Anda bisa membeli ponsel bersistem operasi dengan harga yang lebih murah dan fasilitas lebih baik. Terus tinggal menambahkan jenis aplikasi push mail agar dapat menikmati email seperti di Blackbery.</p>
<p>Kelemahan Blackbery lainnya terletak pada kode pengaman yaitu kombinasi PIN dengan nomor IMEI. Kode ini berguna untuk mendaftar ke layanan mereka. Bila Anda membeli ponsel yang baru maka hal ini bukan masalah. Namun bila bekas, dan ternyata kombinasi PIN beserta nomor IMEI Anda diketahui hasil curian berarti Anda tidak dapat menggunakan layanan internet Blackberry selamanya. Oleh karena itu kalau membeli ponsel bekas, pastikan nomor PINnya telah dihapus dari layanan Blackberry. Kalau perlu minta surat pernyataan di atas materai dari toko penjual yang menerangkan kalau ponsel ini sudah tidak lagi terdaftar di layanan internet Blackbery.</p>
<p>Nah, melihat kelebihan dan kelemahan Blackbery tersebut kini keputusan ada di tangan Anda. Mau beli boleh maka tidak juga gak masalah. Jangan sampai Anda menyesal belakangan.</p>
<p>Kalau mau kasih ke saya juga gpp kok hehe&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/03/kelebihan-dan-kelemahan-blackbery/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimanakah Bantuan Pemerintah?</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/02/dimanakah-bantuan-pemerintah/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/02/dimanakah-bantuan-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 12:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa banjir yang menerjang Banyuanyar dan Kadipiro, Rabu malam (25 Februari 2009) kemarin memberikan tanda tanya seputar bantuan dari pemerintah. Banjir yang terjadi bukan cuma banjir setinggi tumit tetapi di atas lutut kaki orang dewasa. Kerugiannya juga tidak sedikit baik dari sisi material maupun imaterial. Banjir ini memang cepat pergi dan esok nya warga mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa banjir yang menerjang Banyuanyar dan Kadipiro, Rabu malam (25 Februari 2009) kemarin memberikan tanda tanya seputar bantuan dari pemerintah. Banjir yang terjadi bukan cuma banjir setinggi tumit tetapi di atas lutut kaki orang dewasa. Kerugiannya juga tidak sedikit baik dari sisi material maupun imaterial. Banjir ini memang cepat pergi dan esok nya warga mulai bekerja menata kembali rumahnya dan mengais-ngais harta bendanya. Namun dimanakah bantuan pemerintah?<br />
<span id="more-191"></span><br />
Warga yang rumahnya terkena banjir tentu membutuhkan bantuan minimal berupa makanan dan minuman. Hal ini dibutuhkan karena mereka tidak mungkin menyiapkan sendiri makanan dan minuman. Kompor terendam banjir, sementara air bersih menjadi keruh karena terkena air banjir.</p>
<p>Namun, sayangnya hingga sore hari tidak ada satupun bantuan dari pemerintah yang datang. Setidaknya untuk wilayah RT 02/02 Sidomulyo Banyuanyar. Aku tidak tahu bagaimana dengan warga di daerah lain.</p>
<p>Warga harus berusaha sendiri untuk menyediakan makanan dan minuman dengan kondisi yang terbatas. Bagi yang sanggup membeli mereka akan membeli, bagi yang tidak sanggup ya menunggu. Tercatat sampai sore hari baru satu bantuan (mie instan dan roti) yang diberikan, itupun dari keluarga korban bencana. Sementara di hari berikutnya, bantuan justru datang dari tetangga berupa sebungkus nasi dan sayur. Kemungkinan itu dari gereja.</p>
<p>Masih menjadi tanda tanya kenapa pemerintah belum ada yang memberikan bantuan walaupun sifatnya cuma sederhana (makanan dan minuman). Atau mungkin hal ini luput dari perhatian pemerintah? Mungkin juga pemerintah menganggap banjir kemarin tidak terlalu parah. Atau malah pemerintah menganggap pasti sudah ada LSM atau organisasi lain yang memberikan bantuan berupa makanan dan minuman.</p>
<p>Entahlah&#8230;</p>
<p>Semoga saja di lain waktu jika ada daerah yang terkena bencana pemerintah bisa cepat tanggap. Bukan bantuan mewah yang diharapkan tetapi bantuan sederhana yang merupakan kebutuhan primet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/02/dimanakah-bantuan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah Janur Melengkungpun Masih Bisa</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/02/setelah-janur-melengkungpun-masih-bisa/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/02/setelah-janur-melengkungpun-masih-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 12:57:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Sinetron saat ini masih menjadi primadona bagi beberapa stasiun televisi untuk menarik minat masyarakat. Tercatat dua stasiun televisi terbesar yaitu RCTI dan SCTV menyiarkan sinetron dari sore sampai malam hari berturut-turut tanpa ada jeda acara lainnya. Itu belum ditambah dengan sinetron lainnya di pagi atau siang hari. Pokoknya hampir setiap menyalakan kedua stasiun televisi tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sinetron saat ini masih menjadi primadona bagi beberapa stasiun televisi untuk menarik minat masyarakat. Tercatat dua stasiun televisi terbesar yaitu RCTI dan SCTV menyiarkan sinetron dari sore sampai malam hari berturut-turut tanpa ada jeda acara lainnya. Itu belum ditambah dengan sinetron lainnya di pagi atau siang hari. Pokoknya hampir setiap menyalakan kedua stasiun televisi tersebut yang muncul adalah sinetron.<br />
<span id="more-183"></span><br />
Tema yang dibawakan setiap stasiun TV memang berbeda namun pada dasarnya mereka memiliki tema umum seputar cinta, harta, dan mimpi. Cerita mengenai seorang wanita (biasanya begitu) mengejar-ngejar pria hanya karena ingin memiliki hartanya sudah umum ditayangkan. Begitu pula penyiksaan berlebihan terhadap seorang wanita dari kalangan kelas bawah juga sering kali dimunculkan. Beberapa sinetron bahkan menayangkan bagaimana seseorang begitu mengejar-ngejar cinta pujaannya walaupun ia atau pujaannya telah menikah.</p>
<p>Bagian yang terakhir ini agaknya telah mengubah pakem lama kehidupan bermasyarakat di negara ini. Dulu kita sering mendengar istilah &#8217;selama janur kuning belum melengkung&#8217;. Artinya kita masih bisa mengejar cinta seseorang selama dia belum menikah (janur kuning melengkung menggambarkan pesta pernikahan). Namun sekarang pakem ini sudah mulai pudar dan berganti &#8217;selama masih hidup&#8217;.</p>
<p>Simak saja sinetron semisal &#8216;Sekar&#8217; atau &#8216;Alisa&#8217; keduanya menceritakan bagaimana perjuangan cinta seseorang yang mengejar cintanya tanpa pernah berhenti sekalipun ia atau pujaannya telah menikah.</p>
<p>Dalam kehidupan nyata kisah-kisah seperti ini tentu saja telah banyak terjadi. Cinta yang dikejarpun bukan cuma terbatas pada cinta mula-mula tetapi juga cinta yang muncul setelah menikah. Nah, kalau seseorang bisa dengan mudah bercerai atau melupakan keluarganya hanya untuk mengejar cintanya, terus apa maksud dari pernikahan?</p>
<p>Bagaimanapun juga keberadaan sinetron turut memiliki andil terhadap perubahan tatanan nilai di masyarakat saat ini. Hampir semua sinetron hanya menyuguhkan adegan menangis yang tidak perlu, ngerjain orang lain secara berlebihan, sampai dengan menjual mimpi anak tidak mampu yang ternyata ia anak orang kaya.</p>
<p>Terus kapan ya ada sinetron yang bermutu? Sinetron yang benar-benar dapat menghibur dan memberikan nilai-nilai positif kepada para pemirsanya. Sehingga masyarakat negeri ini ikut terimbas nilai-nilai positif yang dibagikan oleh sinetron tersebut.</p>
<p><i>Kapan-kapan&#8230;</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/02/setelah-janur-melengkungpun-masih-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/01/haruskah-beribadah-di-gereja-setiap-hari-minggu/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/01/haruskah-beribadah-di-gereja-setiap-hari-minggu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 09:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Di Alkitab memang tidak ada perintah yang langsung mengatakan bahwa kamu harus pergi beribadah ke gereja pada hari minggu. Acuan yang dipakai biasanya berlandaskan perintah keempat yaitu Ingatlah dan kuduskan hari Sabat (Keluaran 20:15) Walaupun Sabat dalam kalender Masehi ialah hari sabtu namun hampir sebagian besar orang Kristen menganggap hari kudus itu telah berganti menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Alkitab memang tidak ada perintah yang langsung mengatakan bahwa kamu harus pergi beribadah ke gereja pada hari minggu. Acuan yang dipakai biasanya berlandaskan perintah keempat yaitu Ingatlah dan kuduskan hari Sabat (Keluaran 20:15) Walaupun Sabat dalam kalender Masehi ialah hari sabtu namun hampir sebagian besar orang Kristen menganggap hari kudus itu telah berganti menjadi hari minggu sejak kebangkitan Kristus yang jatuh di hari minggu. Dengan demikian sekarang kita tidak lagi mengkuduskan hari sabtu melainkan hari minggu.<br />
<span id="more-177"></span><br />
Namun, pernyataan seperti itu tetap saja diabaikan. Banyak alasan kenapa orang memandang beribadah di gereja bukanlah hal penting yang harus diprioritaskan. Beberapa di antaranya yaitu:</p>
<ul>
<li>Yesus sendiri tidak pernah meminta murid-murid-Nya untuk mengkuduskan hari kebangkitannya dengan beribah.</li>
<li>Sabat tetaplah sabtu dan bukan minggu.</li>
<li>Lebih baik mempraktekkan ajaran Kristus di antara warga non Kristen daripada duduk-duduk dengan sesama orang Kristen.</li>
<li>Saya ketua RT dan biasanya hari minggu banyak kegiatan RT jadi tidak ada waktu ke gereja</li>
<li>Pendeta di gereja orangnya munafik untuk apa didengarkan kotbahnya</li>
<li>dan berbagai alasan lainnya&#8230;</li>
</ul>
<p>Beribadah di gereja pada hari minggu seharusnya bukan hanya di dasarkan pada ada atau tidaknya perintah Tuhan secara langsung melainkan lebih ke alasan membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama. Lebih konkretnya hal ini merupakan bentuk ibadah kepada Tuhan secara bersama-sama.</p>
<p>Selama 6 hari kita bekerja dan tentu saja melakukan ibadah pribadi atau bersama keluarga. Oleh karena itu selama satu hari sebaiknya kita meluangkan waktu untuk ibadah bersama-sama dengan sesama kita memuliakan Tuhan.</p>
<p>Yang harus dilakukan tentu saja bukan terbatas pada pujian, persembahan, dan mendengarkan firman Tuhan tetapi juga harus menjalin interaksi dengan sesama. Bersalaman dengan tersenyum, meminjamkan buku pujian bagi yang tidak membawa, atau bergeser tempat duduknya agar orang lain dapat duduk merupakan contoh sederhana menjalin interaksi dengan sesama.</p>
<p><b>Mana yang Didahulukan</b><br />
Masalahnya sekarang bagaimana bila ada kegiatan lain yang terjadi di hari Minggu atau bahkan bertepatan dengan jam pelaksanaan ibadah?</p>
<p>Sebelum memutuskan tentu saja harus dilihat dulu mana yang sifatnya lebih penting. Lebih penting mana menjaga orang tua yang sedang terbaring di rumah sakit atau meninggalkannya sendirian tanpa ada yang menjaga sementara kita tetap ke gereja? Padahal ibadah di gereja waktunya bervariasi. Lebih penting mana kerja bakti RT atau ibadah ke gereja sebentar dan setelah itu ikut kerja bakti?</p>
<p>Ikut kebaktian di gereja pada hari minggu memang penting sebagai bentuk interaksi dengan sesama untuk memuliakan nama Tuhan. Namun, jika ada yang lain yang harus dikerjakan sebaiknya kita pikirkan mana yang harus diprioritaskan. Jangan sampai ibadah ke gereja hanya kita jadikan sebagai alasan untuk tidak peduli terhadap sesama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/01/haruskah-beribadah-di-gereja-setiap-hari-minggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Ikutkan Anak Kecil Donk!</title>
		<link>http://hardono.melesat.com/2009/01/jangan-ikutkan-anak-kecil-donk/</link>
		<comments>http://hardono.melesat.com/2009/01/jangan-ikutkan-anak-kecil-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 09:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hardono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hardono.melesat.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Miris juga melihat berbagai demo menentang agresi Israel terhadap Palestina yang terjadi akhir-akhir ini. Bagaimana tidak miris karena beberapa demo justru menampilkan anak-anak di garis depan sambil membawa poster yang isinya menghujat Israel, Amerika, dan sekutunya. Seolah-olah hendak menggambarkan kalau anak-anak pun juga menentang agresi Israel.

Padahal anak-anak itu belum tahu apa-apa soal politik. Mereka cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Miris juga melihat berbagai demo menentang agresi Israel terhadap Palestina yang terjadi akhir-akhir ini. Bagaimana tidak miris karena beberapa demo justru menampilkan anak-anak di garis depan sambil membawa poster yang isinya menghujat Israel, Amerika, dan sekutunya. Seolah-olah hendak menggambarkan kalau anak-anak pun juga menentang agresi Israel.<br />
<span id="more-175"></span><br />
Padahal anak-anak itu belum tahu apa-apa soal politik. Mereka cuma tahu kalau Israel itu kejam karena menyerang warga Palestina tetapi mereka belum tahu kalau pihak Hamas pun juga sering menyerang Israel. Mereka cuma tahu kalau bangsa Amerika Serikat itu biadab dan menyamaratakan semua warga negara Amerika Serikat patut dibenci.</p>
<p>Anak-anak yang seharusnya masih menikmati masa-masa bermain mereka sudah dipaksa memahami soal politik. Dikatakan dipaksa karena sebenarnya situasi dan kondisi mereka masih memungkinkan mereka untuk bermain dan menikmati masa kecil mereka tanpa harus dijejali dengan persoalan politik orang lain.</p>
<p>Selain itu tidak baik kalau sejak kecil anak-anak sudah diajari untuk membenci orang lain. Sejak kecil mereka sudah ditanami pikiran kalau Israel, Amerika, dan sekutunya adalah bangsa biadab yang suka menyerang pihak Muslim. Hal ini tentunya akan menumbuhkan sikap kebencian dan antipati terhadap semua orang yang berwarganegara Israel, Amerika, dan sekutunya. Padahal tidak semua orang dari negera-negara tersebut bersikap anti terhadap kaum Muslim. Bahkan beberapa di antara mereka justru pemeluk agama Islam.</p>
<p>Politik adalah urusan orang dewasa dan tidak ada kaitannya dengan anak kecil. Biarlah anak-anak menikmati masa bermain mereka.</p>
<p>By the way, pihak Komnas Anak kok cuma diam ya melihat hal-hal kayak gini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hardono.melesat.com/2009/01/jangan-ikutkan-anak-kecil-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
