“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)

Seorang karyawan memprotes kebijakan pimpinannya karena telah mempromosikan rekannya dengan jabatan lebih tinggi dari dia. “Saya yang telah bekerja selama 10 tahun tidak mendapatkan kenaikan jabatan tetapi dia yang baru 1 tahun jabatannya sudah lebih tinggi dari saya,” protes karyawan tersebut, “Dari sisi pengalaman saya jauh lebih berpengalaman dibandingkan dia, sekolah saya pun juga lebih tinggi dari dia.”

Dengan tenang pimpinan tersebut menjawab, “Pak, dari sisi waktu pengalaman Bapak memang menang telak diatas dia, tapi yang saya cari bukan hanya yang menang pengalaman saja tetapi juga apa yang telah ia berikan untuk kantor ini. Nah selama setahun ia memberikan yang terbaik untuk kantor, sedangkan bapak sendiri hanya memberikan yang baik untuk kantor ini.

Dalam pekerjaan tidak sedikit orang yang masih menganggap bahwa jenjang karir diukur dari pengalaman atau loyalitas seseorang terhadap sebuah perusahaan. Selain itu faktor pendidikan masih juga dianggap mempengaruhi karir seseorang. Namun, sebenarnya semuanya tidak berguna bila yang bersangkutan tidak sungguh-sungguh bekerja. Sebagian besar perusahaan pasti akan lebih menghargai para pegawai yang mau memberikan yang terbaik bagi perusahaan tersebut daripada pegawai yang hanya asal bekerja.

Ketika kita memberikan yang terbaik bagi perusahaan sebenarnya kita bukan hanya sedang mengejar berkat (jabatan) tetapi juga sedang memuliakan Tuhan atau bersaksi sebagai anak Allah melalui apa yang kita kerjakan. Sehingga ketika orang melihat perbuatan baik kita maka merekapun akan ikut memuliakan Tuhan

“Berikan yang terbaik agar Tuhan dimuliakan”

Bacaan: Kolose 3:18-4:16

  1. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
  2. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
  3. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
  4. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
  5. Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
  6. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
  7. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
  8. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
 

5 Responses to Berikan yang Terbaik

  1. ferumx says:

    do the best, be the best and let god take the rest

  2. afie says:

    org jepang bilang, gambatte, do your best as you can…

  3. osteoporosis says:

    Luruskan niat, bersungguh-sungguh dalam ikhtiar/usaha, selebihnya urusan Alloh. Salam kenal.

  4. seo test!!! says:

    just do what we can do :D

  5. Nur says:

    betul….berikan yg terbaik bwt smua……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>