Salah satu cara praktis untuk memperoleh informasi mengenai sebuah gereja ialah dengan mengakses situs milik gereja tersebut. Praktis karena tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga. Cukup duduk, online, buka situsnya, dan dapatkan informasi dari situs tersebut.

Selain mengenalkan keberadaan gereja kepada khalayak yang lebih luas, sebuah situs juga dapat menunjang pelaksanaan tritugas gereja (bersaksi, bersekutu, dan melayani). Adanya berbagai bahan kekeristenan akan membantu gereja bersaksi mengenai kasih Allah kepada khalayak yang lebih luas. Sedangkan formulir doa dan konseling dapat semakin meluaskan tugas pelayanan gereja. Dan fasilitas interaksi seperti milis atau forum diskusi juga dapat menciptakan sebuah persekutuan (komunitas) di dunia cyber.

Tidak Sulit
Membuat situs gereja sendiri saat ini bukanlah pekerjaan yang sulit dan dapat dikerjakan oleh siapa saja yang ingin melihat gerejanya memiliki sebuah situs. Anda dapat mempelajari pembuatan situs secara otodidak melalui buku atau situs seperti www.w3schools.com, www.thesitewizard.com, dan www.echoecho.com.

Bila tidak memiliki waktu untuk belajar, Anda dapat memanfaatkan sarana pembuatan situs secara online seperti yang disediakan oleh www.buildyoursiteonline.com atau www.webnow.com. Anda juga dapat memanfaatkan Content Management System (CMS) seperti Drupal, Mambo, atau PostNuke. Keberadaan CMS sendiri dibuat untuk membantu siapa saja membuat sebuah situs tanpa harus memikirkan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah situs.

Yang Perlu Diperhatikan
Berikut beberapa poin penting agar situs gereja yang Anda buat layak untuk dikunjungi.

  1. Nama yang Tepat dan Mudah Diingat
    Pastikan nama situs sesuai dengan nama gereja dan mudah diingat orang. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Kasih Solo jangan memilih nama www.gbi.org karena akan dikira situs milik Sinode Gereja Bethel Indonesia. Jangan menggunakan nama www.gbijks.org karena susah diingat. Sebaiknya gunakan nama www.gbijemaatkasih.org. Sebagai informasi, Top Level Domain/TLD .org diperuntukkan bagi yayasan non profit (di Indonesia .or.id). Sedangkan TLD .com untuk perusahaan profit dan .net untuk perusahaan yang bergerak dlaam bidang internet.
  2. Design yang Menarik
    Designlah situs semenarik mungkin. Buatlah perpaduan yang pas antara tulisan, gambar, warna, dan tata letak informasi. Jangan menampilkan terlalu banyak gambar karena membuat situs lambat diakses. Pilihlah format jpg atau gif untuk gambar dan perhatikan ukuran gambar. Bila Anda menggunakan flash, perhatikan ukuran file flash tersebut.
  3. Menu yang Mudah Dipahami
    Buatlah menu sederhana yang mudah dipahami oleh semua orang. Tempatkan daftar menu tersebut di semua halaman situs sehingga orang dapat dengan mudah pindah ke menu lain.
  4. Tidak Ada Link Mati
    Pastikan semua link baik internal (mengarah ke halaman lain) maupun ekternal (mengarah ke situs lain) dapat berjalan dengan baik, tidak ada link yang mati atau keliru. Gunakan software Web Link Validator (www.weblinkchecker.com) untuk membantu pengecekan link mana yang bermasalah.
  5. Update Rutin
    Lakukan update secara rutin dan taruhlah informasi update di halaman depan sehingga mudah dilihat pengunjung. Selain membuat orang tertarik untuk kembali berkunjung adanya update rutin juga membuat orang yakin kebenaran informasi yang tertera di situs. Orang tentu akan bertanya-tanya bila melihat informasi persekutuan wanita setiap Rabu pukul 17.00 sementara last update-nya tanggal 21 Januari 2001.
  6. Jangan Hanya Profil Gereja
    Untuk menarik minat pengunjung tambahkan menu yang berisi artikel, kesaksian, renungan, atau bahan khotbah. Sebagai sarana berinteraksi bisa ditambahkan fasilitas shoutbox, milis, atau forum diskusi. Dan bila ada yang menangani bisa pula ditambahkan menu doa dan konseling.
  7. Promosikan
    Promosi dapat dilakukan dengan melalui milis atau forum diskusi. Jangan lupa untuk memasukkannya ke search engine agar mudah dicari. Gunakan jasa submit site ke beberapa situs sekaligus seperti yang disediakan oleh www.freewebsubmission.com atau www.submitexpress.com. Daftarkan juga ke direktori baik Kristen maupun umum.
  8. Untuk Hosting Gratisan
    Bila Anda menggunakan hosting gratisan maka perlu diperhatikan masalah nama, iklan, dan kredibilitas situs penyedia hosting gratis tersebut.

    Nama domain dari situs penyedia hosting gratis akan selalu ikut di nama situs Anda. Oleh karena itu pastikan nama hosting yang Anda pilih tidak mengandung kata-kata yang berlawanan dengan kekristenan. Pastikan juga hosting tersebut tidak menayangkan iklan yang ‘jelek’. Beberapa hosting memberikan kebebasan bagi anggotanya untuk memilih iklan apa yang boleh ditayangkan sementara yang lain tidak. Dan yang tidak kalah penting, pilihlah hosting gratis yang memiliki kredibiitas tinggi. Jangan terlena dengan fasilitas yang mereka tawarkan sebab bisa saja situsnya sangat lambat diakses. Yang rugi tentu Anda sendiri bukan?

  9. Selamat mencoba!

 

3 Responses to Gereja Juga Perlu Situs

  1. untung triadi says:

    bikin web pake joomla aja bos. karena designnya banyak dan bagus2. untuk domain bisa beli di godaddy.com yang kalo .info cuman 1 usd, kalo hosting ke http://www.sangatmurah.com aja hosting murah cuman 10rb per tahun…..saya modal sekitar 20rb udah online biasa bikin web poake joomla atau wordpress….

  2. hardono says:

    Saya biasanya pakai drupal Udah lumayan kok. Kalau blog pakai wordpress

  3. jul says:

    masa segitu murah????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>