Dalam perjalanan pulang sebuah kendaraan mendekati aku, pengemudinya tiba-tiba berteriak, “Standart!” Spontan aku segera membenarkan posisi standart kendaraanku setelah sebelumnya cuma bilang, “Ya…”

Sudah menjadi hukum wajib bagi para pengendara sepeda motor untuk saling mengingatkan bila seorang pengendara sepeda motor (dan juga sepeda biasa) lupa membenarkan posisi standart motornya. Tidak jarang seorang pengendara memacu kendaraannya sekadar mengingatkan standar sepeda motor yang lupa dibenarkan.

Tidak ada imbalan atau penghargaan berupa materi karena Anda menjalankan hukum ini. Jangan pernah berharap seseorang yang diingatkan akan standartnya akan memberi Anda uang. Atau jangan berharap dia akan turun dari motornya terus menyalami Anda sambil mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Imbalan terbesar biasanya hanya berupa ucapan Ya, terima kasih yang diiringi senyuman atau acungan jempol.

Semuanya ini dilakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih dan tanpa ada paksaan. Semuanya dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama pengendara kendaraan sepeda motor. Hal yang fatal bisa saja terjadi bila seseorang lupa membenarkan posisi standart motornya saat motornya melaju di jalan raya.

Sayangnya, di zaman yang sudah tua ini, kewajiban ini seakan dilupakan begitu saja. Para pengendara sepeda motor (terutama generasi muda) biasanya cuek melihat posisi standart yang belum benar. Jangankan mengejar kalau berada di dekatnya pun kadang lewat begitu saja, pura-pura tidak tahu. Memang sih, tidak semuanya begitu tetapi hampir sebagian besar seperti itu.

Hal ini mengindikasikan bahwa sikap peduli diantara sesama sudah mulai memudar. Orang hanya peduli pada dirinya sendiri dan tak acuh pada orang lain.

Hal mengingatkan standart ini memang masalah sepele. Tapi berawal dari hal kecil ini kita bisa membangun kembali kepedulian terhadap sesama.

Ayo donk tunjukkan kepedulianmu!

 

2 Responses to Standart…!!!

  1. Pongky says:

    standart………………. muka lo standar hehehehe
    biasanye kaya getu yang dibilang

  2. Andika says:

    Saya lebih sering berada di pihak yang teriak mas…”standaaaaart” karena saya naik angkot.

    becanda…hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>