Standart…!!!
Dalam perjalanan pulang sebuah kendaraan mendekati aku, pengemudinya tiba-tiba berteriak, “Standart!” Spontan aku segera membenarkan posisi standart kendaraanku setelah sebelumnya cuma bilang, “Ya…”
Sudah menjadi hukum wajib bagi para pengendara sepeda motor untuk saling mengingatkan bila seorang pengendara sepeda motor (dan juga sepeda biasa) lupa membenarkan posisi standart motornya. Tidak jarang seorang pengendara memacu kendaraannya sekadar mengingatkan standar sepeda motor yang lupa dibenarkan.
Tidak ada imbalan atau penghargaan berupa materi karena Anda menjalankan hukum ini. Jangan pernah berharap seseorang yang diingatkan akan standartnya akan memberi Anda uang. Atau jangan berharap dia akan turun dari motornya terus menyalami Anda sambil mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Imbalan terbesar biasanya hanya berupa ucapan Ya, terima kasih yang diiringi senyuman atau acungan jempol.
Semuanya ini dilakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih dan tanpa ada paksaan. Semuanya dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama pengendara kendaraan sepeda motor. Hal yang fatal bisa saja terjadi bila seseorang lupa membenarkan posisi standart motornya saat motornya melaju di jalan raya.
Sayangnya, di zaman yang sudah tua ini, kewajiban ini seakan dilupakan begitu saja. Para pengendara sepeda motor (terutama generasi muda) biasanya cuek melihat posisi standart yang belum benar. Jangankan mengejar kalau berada di dekatnya pun kadang lewat begitu saja, pura-pura tidak tahu. Memang sih, tidak semuanya begitu tetapi hampir sebagian besar seperti itu.
Hal ini mengindikasikan bahwa sikap peduli diantara sesama sudah mulai memudar. Orang hanya peduli pada dirinya sendiri dan tak acuh pada orang lain.
Hal mengingatkan standart ini memang masalah sepele. Tapi berawal dari hal kecil ini kita bisa membangun kembali kepedulian terhadap sesama.
Ayo donk tunjukkan kepedulianmu!
2 Responses to Standart…!!!
Leave a Reply Cancel reply
Hardono adalah
Saya adalah seorang anak, suami, ayah, pengrajin website, pengguna teknologi selular, penikmat musik, film, buku, olahraga, dan senang mengkritik para politikus saat ini. Melalui blog ini saya ingin mencoba berbagi berbagai hal yang saya temui dalam perjalanan kehidupan saya kepada para pembaca. Semoga blog ini memberkati Anda.
Archives
Recent Posts
- 5 Efek Samping Mengerikan dari Antibiotik Kimiawi
- Hari Kelimabelas: Hari Terakhir di Puri Waluyo
- Hari Keempatbelas: Ibu Mau Dibawa Pulang
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah.
- Hari Ketigabelas: Kami Ingin Membawa Ibu Pulang
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG)
- Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik
- Mengapa Ibu Depresi
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes
Recent Comments
- Saya Ingin Lari dari Kenyataan | /Hardono ada di sini on Hari Ketiga: Kunjungan Saudara dan Tidur Nyenyak
- Ibu Ingin Pulang, Jangan Kamu Cegah. | /Hardono ada di sini on Ibuku Seperti Orang Linglung
- hei on Haruskah Beribadah di Gereja setiap Hari Minggu?
- oong on Registrasi Paket CDMA XL
- Hari Keduabelas : Ibu Menjalani Rekam Otak (EEG) | /Hardono ada di sini on Hari Kesebelas: Ibu Mulai Membaik dan Semoga Terus Membaik
- | /Hardono ada di sini on Hari Ketujuh: Ibu Kembali Tidak Dapat Tidur
- Hari Kesepuluh: Ibu Mulai Membaik | /Hardono ada di sini on Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan
- Mengapa Ibu Depresi | /Hardono ada di sini on Ibuku Sakit Diabetes
- Beriman adalah Berserah tanpa Protes | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak
- Hari Kesembilan: Ibu Menjalani CT Scan | /Hardono ada di sini on Hari Kedelapan: Ibu Kembali Tidur Nyenyak






standart………………. muka lo standar hehehehe
biasanye kaya getu yang dibilang
Saya lebih sering berada di pihak yang teriak mas…”standaaaaart” karena saya naik angkot.
becanda…hehehe…