Sinetron saat ini masih menjadi primadona bagi beberapa stasiun televisi untuk menarik minat masyarakat. Tercatat dua stasiun televisi terbesar yaitu RCTI dan SCTV menyiarkan sinetron dari sore sampai malam hari berturut-turut tanpa ada jeda acara lainnya. Itu belum ditambah dengan sinetron lainnya di pagi atau siang hari. Pokoknya hampir setiap menyalakan kedua stasiun televisi tersebut yang muncul adalah sinetron.

Tema yang dibawakan setiap stasiun TV memang berbeda namun pada dasarnya mereka memiliki tema umum seputar cinta, harta, dan mimpi. Cerita mengenai seorang wanita (biasanya begitu) mengejar-ngejar pria hanya karena ingin memiliki hartanya sudah umum ditayangkan. Begitu pula penyiksaan berlebihan terhadap seorang wanita dari kalangan kelas bawah juga sering kali dimunculkan. Beberapa sinetron bahkan menayangkan bagaimana seseorang begitu mengejar-ngejar cinta pujaannya walaupun ia atau pujaannya telah menikah.

Bagian yang terakhir ini agaknya telah mengubah pakem lama kehidupan bermasyarakat di negara ini. Dulu kita sering mendengar istilah ‘selama janur kuning belum melengkung’. Artinya kita masih bisa mengejar cinta seseorang selama dia belum menikah (janur kuning melengkung menggambarkan pesta pernikahan). Namun sekarang pakem ini sudah mulai pudar dan berganti ‘selama masih hidup’.

Simak saja sinetron semisal ‘Sekar’ atau ‘Alisa’ keduanya menceritakan bagaimana perjuangan cinta seseorang yang mengejar cintanya tanpa pernah berhenti sekalipun ia atau pujaannya telah menikah.

Dalam kehidupan nyata kisah-kisah seperti ini tentu saja telah banyak terjadi. Cinta yang dikejarpun bukan cuma terbatas pada cinta mula-mula tetapi juga cinta yang muncul setelah menikah. Nah, kalau seseorang bisa dengan mudah bercerai atau melupakan keluarganya hanya untuk mengejar cintanya, terus apa maksud dari pernikahan?

Bagaimanapun juga keberadaan sinetron turut memiliki andil terhadap perubahan tatanan nilai di masyarakat saat ini. Hampir semua sinetron hanya menyuguhkan adegan menangis yang tidak perlu, ngerjain orang lain secara berlebihan, sampai dengan menjual mimpi anak tidak mampu yang ternyata ia anak orang kaya.

Terus kapan ya ada sinetron yang bermutu? Sinetron yang benar-benar dapat menghibur dan memberikan nilai-nilai positif kepada para pemirsanya. Sehingga masyarakat negeri ini ikut terimbas nilai-nilai positif yang dibagikan oleh sinetron tersebut.

Kapan-kapan…

 

2 Responses to Setelah Janur Melengkungpun Masih Bisa

  1. aliaz says:

    Bener. Sinetron sekarang memang tidak layak tayang karena akan menimbulkan pergeseran budaya. Endonesa…Endonesa…
    kapan yach membuat sinetron yang benar2 bermutu???

  2. aliaz says:

    tambahan:
    Bagaimanapun perkawinan aliaz pernikahan itu sakral, di senetron kok seenaknya aja ganti2 pasangan, mengejar suami or istri org laen, truz menghancurkan rumah tangga orang. kayaknya mudah banget…
    Jangan ditiru!!! Jangan ditiru!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>