Ada sebuah cerita mengenai dua katak yang masing-masing ditempatkan di sebuah bejana. Bejana yang pertama diisi dengan air panas yang berakibat katak di dalamnya langsung meloncat keluar.
Sementara bejana kedua diisi dengan air dingin dan kemudian bejana itu dipanaskan. Katak yang di dalamnya diam saja menikmati air tersebut sampai akhirnya ia kaget karena air sudah mendidih. Tetapi terlambat ia tidak dapat lagi keluar karena air keburu mendidih.

Cerita tersebut menggambarkan sikap manusia ketika menghadapi situasi tertentu. Langsung disiram air panas menunjukan datangnya masalah yang langsung berat yang menyebabkan manusia langsung bereaksi. Sedangkan air yang didihkan menggambarkan masalah yang datangnya perlahan namun tambah lama tambah berat. Karena datangnya perlahan itulah manusia seringkali tidak sadar. Mereka masih merasa nyaman dengan kondisinya dan tidak sadar kalau masalah besar sedang mengintai. Akhirnya saat masalah membesar mereka tidak siap untuk menghadapinya.

Salah satu contoh nyata mengenai ilustrasi ini ialah masalah pekerjaan.

Seorang karyawan akan langsung bereaksi bila tahu tempat kerjanya bangkrut atau akan tutup. Mereka langsung bersiap-siap keluar dari tempat kerja tersebut dan berpikir untuk mencari pekerjaan baru.

Sebaliknya bila situasi kantor baik-baik saja ia tetap akan bertahan meskipun gajinya dan karir tidak (mungkin) kunjung naik. Ia cenderung tetap bertahan meskipun tambah hari tekanannya tambah berat. Kenapa? Karena ia sudah merasa nyaman.

Ia merasa nyaman karena setiap bulan mendapatkan gaji, sekalipun kecil. Apalagi ditunjang dengan pemikiran kalau mencari pekerjaan saat ini sungguh sulit. Ia mengabaikan fakta kalau gajinya kecil, karir mentok, dan suasana kerja yang tidak kondusif. Yang paling fatal ia justru menutup peluang bagi diri untuk maju.

Bukan tidak mungkin bila ia mau keluar dari tempat kerjanya dan mencari tantangan baru ia bisa meraih kesuksesan di tempat barunya tersebut.

Tanpa disadari suasana nyaman yang kita ciptakan sendiri suatu saat bisa menjadi bumerang yang justru akan menghancurkan kita. Seperti ilustrasi katak dalam bejana yang airnya dididihkan tadi, suasana nyaman akan meninabobokan kita dari niat untuk menjadi lebih baik. Kita merasa puas dengan hasil yang kita capai dan enggan untuk melepaskannya. Sampai akhirnya kita sadar kalau yang kita lakukan salah. Tetapi semuanya sudah terlambat.

Oleh karena itu jangan sampai terlena dengan suasana nyaman. Belum tentu suasana nyaman itu baik. Tetaplah fokus pada impian hidupmu dan raihlah itu seberapapun beratnya. Kalau suasana nyaman itu bisa menghentikan impianmu maka Anda perlu mewaspadainya.

Mari keluar dari zona nyaman dan meraih yang lebih baik!

 

4 Responses to Berani Keluar dari Air Hangat

  1. edi says:

    setuju..karena kalau mau maju dalam hidup itu kita harus take a risk dan bukannya jadi seorang safety player

  2. ulfa says:

    terima kasih…renungan ini bagus sekali

  3. Tya says:

    terima kasih telah mengingatkan :)

  4. renungan says:

    nasehat menarik. terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>