Begitu Timnas Sepakbola Indonesia menelan kekalahan memalukan 0-3 dari Malaysia di final pertama Piala AFF 2010, komentar yang mencari kambing hitam penyebab kekalahan pun bermunculan. Mulai dari ulah suporter Malaysia yang mengganggu konsentrasi timnas sampai dengan faktor PSSI yang justru membebani timnas dengan berbagai kegiatan tidak penting diluar sepakbola. Bukannya saya tidak nasionalis, tetapi bagi saya kekalahan ini merupakan wujud ketidaksiapan mental para pemain itu senditi. Entah mereka merasa terbebani oleh keharusan menang, iming-iming bonus, atau justru rasa jenuh. Daripada menunjuk orang lain yang bersalah, alangkah baiknya bila timnas melakukan introspeksi diri sendiri.

Tiga gol yang berhasil dilesakkan oleh para pemain Malaysia dalam waktu yang singkat seharusnya tidak akan terjadi apabila para pemain tetap berkonsentrasi. Namun, yang kita lihat di lapangan waktu itu pemain seolah-olah tidak siap. Kepungan pemain belakang dan sisa-sisa kehebatan seorang Markus musnah oleh pergerakan satu dua pemain Malaysia.

Garuda di Dadaku
Credit: garuda90 from kaskus.us

Boleh jadi para pemain Indonesia masih kuatir sekaligus syok dengan sinar laser yang sempat menerpa beberapa pemain. Namun, hal itu seharusnya tidak mematahkan konsentrasi dan semangat para pemain Indonesia. Jelas sekali terlihat setelah insiden WO oleh para pemain Indonesia, para pemain tidak dapat lagi berkonsentrasi dan dapat dengan mudah diperdaya oleh lawannya. Hal yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Kita masih punya 1 kesempatan lagi. Riedl memang mengatakan peluang kita tinggal 5-10 persen namun dia juga tidak menampik kalau kita masih bisa menjadi juara. Yang diperlukan sekarang ialah semangat dan konsentrasi. Tetap berpikir untuk menang namun jangan sampai tuntutan untuk menang itu membebani para pemain.

Walaupun Riedl tidak sempat membaca blog ini namun saya yakin dia tahu apa yang harus dia kerjakan untuk para pemainnya. Dia lebih tahu bagaimana membangun sebuah tim daripada para petinggi PSSI itu sendiri.

Sukses untuk tim nasional sepakbola Indonesia. Apapun hasilnya kami tetap mendukungmu! dan tetap mendukung Alferd Riedl sebagai pelatih PSSI apapun hasilnya di Piala AFF 2010

 

5 Responses to Introspeksilah Timnas!

  1. nopi says:

    mosok langsung juara. ya pelan2 tho biar ndak kaget. kirim aja DPR buat studi banding ke spanyol. pelajari bagaimana mereka bisa menelorkan juara 2 di dunia olahraga. hidup wakil rakyat

  2. jual hadroh says:

    nek bisa pemain yg sudah tua,,di ganti dg yg muda,,jgn monoton.

  3. rumahmode says:

    NURDIN harus turun…
    biar TIMNAS bisa berkembang

  4. xamthoneplus says:

    maju trus timnas,,i love u

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>