Salah satu ujian kesabaran orang tua dalam menghadapi anak ialah saat menyuruh anak untuk makan. Orang tua akan melontarkan pujian bila anak mudah makan. Sebaliknya orang tua kadang bersumpah serapah manakala anak selalu berkata nanti bila disuruh makan, berlari-lari saat akan disuapi, atau mengulum makannya dalam waktu yang cukup lama tanpa ada keinginan untuk menelannya.

Saya dan istri saya pun juga pernah mengalami masa-masa di mana Aimee, anak kami sulit untuk makan. Itu terjadi saat Ime berusia lebih kurang 8 bulanan atau ketika dia sudah mulai bisa merangkak. Makanan yang diberikan selalu dia tolak atau kalau sudah masuk ke mulut selalu dia kulum dalam jangka waktu yang cukup lama. Pusing, jelas, apalagia tiap pagi sayalah yang bertugas menyuapi dia, sementara istri saya bekarja :)

Puji Tuhan, dengan berbagai usaha saat ini Ime tidak susah bila diajak makan. Boleh dikatakan semua jenis makanan yang layak dikonsumsi oleh anak dia sukai termasuk sayur-sayuran.

Awalnya saya sempat kepikiran untuk memberikan obat atau multi vitamin penambah nafsu makan anak yang dijual bebas di pasaran. Namun istri menentangnya karena tidak ingin bergantung kepada obat-obatan seperti itu. Akhirnya untuk penambah nafsu makan cuma saya berikan madu untuk anak yang juga dapat menambah nafsu makan anak. Selain itu madu juga baik untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit.

Selain memberikan madu, ada beberapa hal yang kami lakukan sehingga Ime mudah bila diajak makan.

Suasana yang Menyenangkan
Orang dewasapun tentu tidak akan nyaman bila makan dalam suasana yang tidak menyenangkan, misalnya dalam kondisi gelap gulita, tempat yang kotor, tekanan pekerjaan, atau hati sedang susah. Demikian juga dengan anak, dengan suasana yang menyenangkan maka anak akan lebih mudah menikmati makannya dan tidak enggan bila disuruh makan. Suasana nyaman ini dapat diperoleh dengan makan di teras rumah, di meja makan, atau sambil bercerita. Untuk hal yang terakhir ini harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai orang tua memaksa anak untuk menjawab padahal mulutnya masih penuh nasi.

Makanan yang Menyenangkan
Makanan hari ini tidak boleh diberikan esuknya karena selain bosan, nilai gizinya juga sudah jauh berkurang. Selain variasi istri saya selaku koki di rumah juga menyesuaikan makanan yang ia olah dengan kemampuan mengunyah buah hati kami. Maksudnya ketika umur 1 tahun maka makanan yang disajikan haruslah lembut sementara sayuran direbus dengan waktu yang agak lama biar jadi lunak. Jangan pernah berpikir kalau semua sayuran pasti empuk. Anak biasanya enggan dan cenderung kapok ketika meraka dipaksa mengunyah makanan yang keras bagi gigi mereka.

Melibatkan Anak
Agar anak semakin menikmati makannya sebaiknya libatkan dia dalam persoalan makan. Kami biasa menawari Ime mau makan apa sebelum kegiatan memasak dimulai atau saat hendak makan di luar, membiarkan dia ikut-ikut memasak (tentu saja hanya main-main saja) atau menawari untuk makan sendiri. Saat dia mendapatkan apa ia inginkan itu tentu hal tersebut akan memberikan dia semangat untuk menyantap makanan yang diberikan. Saat inipun Ime juga sudah memiliki makanan favorit yaitu oseng-oseng kangkung, soto, dan ayam terutama di bagian kepala :)

Tegur tapi Jangan Memarahi
Selain enggan untuk makan, kendala lain dalam menyuapi anak ialah sikap anak yang terlalu aktif bergerak kesana kemari. Orang cukup memberikan teguran saja dan jangan memarahi anak. Jangan sampai suasana menyenangkan itu rusak karena orang tua tidak mampu mengendalikan emosinya

Perlunya Pendampingan Secara Penuh
Anak selalu ingin diperhatikan, begitu juga saat makan. Dengan mendampinginya maka anak akan merasa nyaman dan tenang. Pendampingan haruslah dilakukan secara penuh bukan sambil melakukan kegiatan tidak perlu lainnya seperti mainan hp atau malah nonton TV.

Sabar… sabar… sabar
Saya percaya semua orang tua pasti tahu bahwa dalam mendidik anak diperlukan kesabaran. Jangan lupa berdoa kepada Sang Pencipta supaya diberi kesabaran dalam menghadapi si kecil. Kesabaran yang orang tua taburkan pada anak secara tidak langsung akan ikut membentuk karakter anak tersebut menjadi penyabar.

Beberapa hal itulah yang saya dan istri terapkan pada anak kami. Memang saya akui kadang-kadang Ime masih enggan makan, namun hal itu terjadi hanya sekali dua kali dalam situasi tertentu, misalnya sedang asyik mainan dengan teman-temannya. Tetapi seringnya Ime tidak lagi berontak saat disuruh makan. Bahkan ia pun juga sudah bisa makan sendiri, walaupun seringnya masih minta disuapi.

Semoga tulisan ini berguna :)

 

2 Responses to Mengajak Anak Agar Mau Makan

  1. anak-anak memang kadang susah kalau di suruh untuk makan…
    jadi sebagai orang tua harus sabar menghadapi nya….

  2. ehm, kadang kadang kalau ngajak anak makan itu , anak pasti ada maunya :) tapi ya mudah mudahan dari artikel ini bisa dicontoh :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>