Sewaktu masih kuliah dan awal kenal dengan internet (tahun 2000an) saya sering sekali mencari informasi beasiswa di internet. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mendapatkan beasiswa bagi kuliah saya. Sering kata kunci yang saya gunakan saya tambahi sehingga menjadi ‘beasiswa Kristen’.

Ya, selain mencari beasiswa umum yang seingat saya susah untuk mendapatkan beasiswa bagi S1, saya juga mencoba peruntungan mencari beasiswa Kristen. Siapa tahu ada organisasi yang menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Kristen dan saya dapat menembusnya.

Tapi… jangankan mengirimkan lamaran, menemukan situs penyedia beasiswa Kristen pun tidak pernah saya temukan. Berulang kali mencari situs beasiswa Kristen berulang kali pula hasilnya mengecewakan. Ada beberapa situs Kristen yang menyediakan informasi beasiswa tetapi cuma menampilkan list beasiswa umum.

Kata kunci pun sudah saya modifikasi yang intinya masih mengandung arti beasiswa Kristen, tetapi tetap saja hasilnya kurang memuaskan.

Seingat saya cuma sekali saya menemukan satu halaman yang menyediakan info beasiswa Kristen. Sayangnya beasiswa tersebut hanya khusus untuk orang-orang tertentu. Kalau tidak salah anak SD atau apa ya… Sori lupa nih.

Sebenarnya organisasi penyedia beasiswa untuk orang Kristen itu ada. Sinode GKJ sendiri juga telah mengalokasikan dananya untuk membantu pendidikan mereka yang tidak mampu. Belum lagi yayasan nirlaba yang memberikan bantuan beasiswa atau memang bergerak dalam bidang tersebut. Hanya saja informasinya sulit di dapat melalui internet.

Sekarang saya kadang geli sendiri kok dulu saya ngebet nyari beasiswa kristen. Padahal saya tidak mengambil jurusan theologia dan kuliah di universitas negeri.

Entahlah… Mungkin karena dulu saya merasa lebih nyaman dan mantab kalau ada embel-embel kristennya hehehe Merasa lebih bisa ‘menang’ kalau terjun di sesuatu yang ada embel-embel Kristennya. Termasuk dalam hal ini ‘menang’ dalam ‘pertarungan’ mendapatkan beasiswa dari yayasan Kristen.

Padahal hampir semua penyedia beasiswa yang bersifat umum tidak pernah membedakan masalah agama. Asal sesuai kriteria maka yang bersangkutan langsung bisa menerima beasiswa.

Bukannya mau menggurui lho ini hanya sekadar saran saja.

Bagi pencari beasiswa Kristen: Sebaiknya cari dan ikuti permohonan untuk mendapatkan beasiswa yang bersifat umum (tidak khusus untuk orang Kristen). Sekalian menunjukkan bahwa Anda mampu bersaing di situ. Lain persoalan kalau Anda sekolah di STT atau mengambil jurusan theologia. Atau kalau Anda memang telah mengetahui penyedia beasiswa Kristen dan telah mengikutinya.

Bagi penyedia beasiswa Kristen: Buat situs donk, agar orang lain tahu.

BTW, walaupun saat ini saya sedang mengelola situs beasiswa, namun saya malah gak tahu apakah situs penyedia beasiswa Kristen khususnya untuk orang Indonesia sudah ada atau belum. Lain kali dicari ah…

  • Share/Bookmark